Ribuan prajurit dikerahkan bangun pesisir

Rabu, 12 September 2012 - 12:16 WIB
Ribuan prajurit dikerahkan...
Ribuan prajurit dikerahkan bangun pesisir
A A A
Sindonews.com - Ribuan prajurit TNI dikerahkan untuk membangun 121 desa di kawasan pesisir. Selain pembangunan fisik, prajurit ini juga akan membagi pengetahuan tentang pertanian dan perikanan.

Sebanyak 61 satuan setingkat kompi (SSK) prajurit TNI dikerahkan untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di 61 kabupaten/kota di Indonesia. Selama 21 hari diawali 10 Oktober 2012, mereka akan melakukan pembangunan fisik dan non-fisik dengan fokus di daerah pesisir.

Mereka akan melakukan pembangunan dan rehab jalan sepanjang 136.442 meter dan membangun 57 jembatan. Selain itu juga direhab 10 sekolah dan 37 unit rumah ibadah, serta 133 unit rumah tidak layak huni.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, TMMD kali ini merupakan penyelenggaraan ke-89. Program yang dulunya bernama ABRI Masuk Desa (AMD) ini bertujuan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, pulau-pulau terluar maupun daerah kumuh di perkotaan, serta daerah bencana.

Pada TMMD ke-89 ini, sebanyak 121 desa di 78 kecamatan dalam 61 kabupaten/kota menjadi sasaran kegiatan. "Kita libatkan 61 SSK (per SSK sekitar 110 prajurit)," katanya dalam Rakornis TMMD di Jakarta, Rabu (12/9).

Dari 61 sasaran tersebut terdapat di 13 Kodam. Rinciannya, tujuh sasaran di Kodam IX/Udayana, masing-masing enam sasaran di Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam V/Brawijaya, dan Kodam VII/Wirabuana.

Di Kodam IV/Diponegoro dan Kodam XVII/Cendrawasih masing-masing ada lima sasaran. Sedangkan masing-masing tiga sasaran di Kodam XII/Tanjungpura, dan Kodam Iskandar Muda. Sisanya, masing-masing dua di Kodam XVI/Pattimura dan Kodam Jaya.

"Ada tujuan non-fisik, seperti meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara di masyarakat," tutur Pramono seraya menyebut ada peningkatan pengetahuan umum masyarakat misalnya dalam bidang pertanian dan perikanan.

Dalam TMMD kali ini, TNI bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Karenanya, fokus pembangunan diperuntukkan bagi masyarakat pesisir.

"Pembangunan desa pesisir dan peningkatan kehidupan nelayan memiliki nilai strategis dalam pembentukan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme masyarakat," ujar Menteri KP Sharif C Sutardjo.

Selain lewat TMMD, KKP juga melakukan perluasan dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui program peningkatan kehidupan nelayan (PKN).

Ada delapan strategi untuk meningkatkan kehidupan nelayan, diantaranya pembuatan rumah sangat murah, pekerjaan alternatif dan tambahan bagi keluarga nelayanan, serta fasilitas sekolah dan puskesmas.
(ysw)
Berita Terkait
Setelah Jakarta dan...
Setelah Jakarta dan Surabaya, Program Lingkungan MAPAN Diluncurkan di Karawang
Tiga Program Unggulan...
Tiga Program Unggulan PHE OSES Berdayakan Masyarakat di Kepulauan Seribu
Askrindo Dorong Pemberdayaan...
Askrindo Dorong Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program Berkelanjutan
PHE ONWJ Berdayakan...
PHE ONWJ Berdayakan Masyarakat Ubah Limbah Cangkang Rajungan Jadi Berkah
Berdayakan Ekonomi,...
Berdayakan Ekonomi, HFHI Sediakan Rumah Layak bagi Puluhan Ribu Keluarga
Lewat Aksi Berbagi,...
Lewat Aksi Berbagi, PNN 2025 Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved