TNI AL tambah kapal pintar di wilayah terpencil
Senin, 10 September 2012 - 15:43 WIB
TNI AL tambah kapal pintar di wilayah terpencil
A
A
A
Sindonews.com - TNI Angkatan Laut (AL) menambah jumlah kapal pintar untuk dioperasikan di pulau-pulau terpencil, dan terluar wilayah Indonesia. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi banyaknya anak usia sekolah yang tidak mendapat fasilitas belajar di wilayah terluar Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, pengoperasian kapal pintar itu sebagai bentuk bantuan pendidikan, dan pelatihan kepada anak-anak usia dini hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah pesisir Indonesia.
"Di darat saja kan mobil pintar, masak di laut tidak ada. Padahal wilayah kita itu kepulauan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Dia mengungkapkan, pengadaan kapal pintar itu dibiayai oleh BNI dan BRI, dengan rancangan anggaran dan biaya sebesar Rp6 miliar untuk dua unit kapal pintar.
Kapal berbobot 5,2 ton itu mampu melaju dengan kecepatan 12 knot, dengan memakai dua mesin pendorong diesel berkekuatan 159 tenaga kuda per mesin. Di dalam kapal berdaya tampung total 40 orang itu juga akan dilengkapi dengan satu mesin generator listrik, dan penyejuk udara.
"Operasional kapal pintar itu oleh TNI AL, karena kita yang punya keahlian mengoperasikan kapal, untuk di dalam perpustakaannya dari Kemendikbud," jelas dia.
Dengan penambahan dua unit ini, maka total akan ada tiga kapal pintar yang dioperasikan TNI AL. "Kita akan tambah terus. Pulau kita itu ada 17.500 buah pulau, jadi butuh banyak kapal. Untuk yang akan diadakan ini, nanti kita operasikan di provinsi yang banyak pulaunya, seperti Kepulauan Riau, dan Papua," tukasnya.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, pengoperasian kapal pintar itu sebagai bentuk bantuan pendidikan, dan pelatihan kepada anak-anak usia dini hingga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah pesisir Indonesia.
"Di darat saja kan mobil pintar, masak di laut tidak ada. Padahal wilayah kita itu kepulauan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Dia mengungkapkan, pengadaan kapal pintar itu dibiayai oleh BNI dan BRI, dengan rancangan anggaran dan biaya sebesar Rp6 miliar untuk dua unit kapal pintar.
Kapal berbobot 5,2 ton itu mampu melaju dengan kecepatan 12 knot, dengan memakai dua mesin pendorong diesel berkekuatan 159 tenaga kuda per mesin. Di dalam kapal berdaya tampung total 40 orang itu juga akan dilengkapi dengan satu mesin generator listrik, dan penyejuk udara.
"Operasional kapal pintar itu oleh TNI AL, karena kita yang punya keahlian mengoperasikan kapal, untuk di dalam perpustakaannya dari Kemendikbud," jelas dia.
Dengan penambahan dua unit ini, maka total akan ada tiga kapal pintar yang dioperasikan TNI AL. "Kita akan tambah terus. Pulau kita itu ada 17.500 buah pulau, jadi butuh banyak kapal. Untuk yang akan diadakan ini, nanti kita operasikan di provinsi yang banyak pulaunya, seperti Kepulauan Riau, dan Papua," tukasnya.
(lil)