Terduga teroris Ambon tanam senpi dan granat
Senin, 10 September 2012 - 00:01 WIB
Terduga teroris Ambon tanam senpi dan granat
A
A
A
Sindonews.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akhirnya mengamankan empat terduga teroris saat penggerebekan di sebuah rumah di kawasan Gunung Malintang Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah Kota Ambon Minggu malam.
Empat terduga teroris itu masing-masing berinisial I, A, A dan satu lagi belum diketahui identitasnya. Keempatnya diduga terkait erat dengan jaringan teroris di Pulau Jawa.
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, dari penggerebekan tersebut, selain mengamankan empat orang, Densus berhasil menyita dua senjata api (senpi) organik jenis MK-3 dan SS1, lengkap dengan amunisi, serta bahan peledak dan sebuah granat.
Semua benda berbahaya itu ditanam di dalam tanah satu setengah meter.
Melihat langsung ke lokasi penggerebekan, tampak lubang sedalam setengah meter yang digunakan untuk menyimpan senjata dan bahan peledak.
Menurut saksi mata Abdullah Soamole, saat digerebek tampaknya tidak ada perlawanan dari pemilik rumah yang baru tinggal di kawasan tersebut sekitar satu tahun.
Hanya saja saat penggerebekan, aparat kepolisian menutup sejumlah akses jalan. Tim Gegana dari Polda Maluku juga melakukan penyisiran di sekitar rumah sehingga menarik perhatian warga.
Tak lama setelah pengrebekan polisi kemudian membawa tersangka serta barang bukti yang ditemukan.
"Ada empat, sepertinya istri dan empat anak-anak masih berada di rumah," tutur Abdullah.
Menurut Abdullah, selama tinggal di rumah tersebut, tetangga yang diduga teroris itu sangat tertutup serta jarang bersosialisai dan berhubungan dengan warga sekitarnya.
"Kami juga tidak tahu apa pekerjaan mereka," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam penggerebekan itu Densus 88 membawa pasangan suami istri (pasutri). Namun, kemudian sang istri tidak ikut diamankan karena masih ada empat orang anak yang berada di rumah tersebut.
Empat terduga teroris itu masing-masing berinisial I, A, A dan satu lagi belum diketahui identitasnya. Keempatnya diduga terkait erat dengan jaringan teroris di Pulau Jawa.
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, dari penggerebekan tersebut, selain mengamankan empat orang, Densus berhasil menyita dua senjata api (senpi) organik jenis MK-3 dan SS1, lengkap dengan amunisi, serta bahan peledak dan sebuah granat.
Semua benda berbahaya itu ditanam di dalam tanah satu setengah meter.
Melihat langsung ke lokasi penggerebekan, tampak lubang sedalam setengah meter yang digunakan untuk menyimpan senjata dan bahan peledak.
Menurut saksi mata Abdullah Soamole, saat digerebek tampaknya tidak ada perlawanan dari pemilik rumah yang baru tinggal di kawasan tersebut sekitar satu tahun.
Hanya saja saat penggerebekan, aparat kepolisian menutup sejumlah akses jalan. Tim Gegana dari Polda Maluku juga melakukan penyisiran di sekitar rumah sehingga menarik perhatian warga.
Tak lama setelah pengrebekan polisi kemudian membawa tersangka serta barang bukti yang ditemukan.
"Ada empat, sepertinya istri dan empat anak-anak masih berada di rumah," tutur Abdullah.
Menurut Abdullah, selama tinggal di rumah tersebut, tetangga yang diduga teroris itu sangat tertutup serta jarang bersosialisai dan berhubungan dengan warga sekitarnya.
"Kami juga tidak tahu apa pekerjaan mereka," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam penggerebekan itu Densus 88 membawa pasangan suami istri (pasutri). Namun, kemudian sang istri tidak ikut diamankan karena masih ada empat orang anak yang berada di rumah tersebut.
(lns)