Konsultan Proyek Hambalang lihat keganjilan
Rabu, 05 September 2012 - 18:11 WIB
Konsultan Proyek Hambalang lihat keganjilan
A
A
A
Sindonews.com - Pembayaran uang muka proyek dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada kontraktor PT Adi Karya untuk pelaksanaan proyek sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Jawa Barat dinilai ganjil oleh konsultan proyek Irdham Alamsyah saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kalau mau dipertanyakan, untuk apa Kemenpora memberikan uang muka sedemikan besar kepada kontraktor,“ kata konsultan PT Yodya Karya Irdham Alamsyah kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Irdham menjelaskan, uang muka itu sendiri diketahui sudah diberikan ke pihak kontraktor jauh sebelum proyek tersebut dilaksanakan. Jelas hal itu membuat kecurigaan menguat pada Kemenpora yang mau memberikan uang begitu saja kepada PT Adi Karya.
“PT Adi Karya paling hanya baru melakukan survei saja dan sama sekali belum melakukan proyek,“ imbuhnya.
Selain itu, Irdham meyakini proyek tersebut tidak akan selesai pada tahun ini. Terlebih struktur tanah yang tidak stabil membuat beberapa bangunan amblas. Padahal, proyek tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2012 ini.
“Target penyelesaian memang tidak terpenuhi. Karena progres susah terlebih kondisi tanahnya yang tidak stabil,“ jelasnya.
Namun, Irdham membantah bahwa dirinya mengetahui ada pengelembungan dana hingga proyek tersebut tidak berjalan lancar. “Materialnya setahu saya tidak dikorupsi. Semoga pertengahan 2013 sudah akan selesai,“ pungkasnya.
“Kalau mau dipertanyakan, untuk apa Kemenpora memberikan uang muka sedemikan besar kepada kontraktor,“ kata konsultan PT Yodya Karya Irdham Alamsyah kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Irdham menjelaskan, uang muka itu sendiri diketahui sudah diberikan ke pihak kontraktor jauh sebelum proyek tersebut dilaksanakan. Jelas hal itu membuat kecurigaan menguat pada Kemenpora yang mau memberikan uang begitu saja kepada PT Adi Karya.
“PT Adi Karya paling hanya baru melakukan survei saja dan sama sekali belum melakukan proyek,“ imbuhnya.
Selain itu, Irdham meyakini proyek tersebut tidak akan selesai pada tahun ini. Terlebih struktur tanah yang tidak stabil membuat beberapa bangunan amblas. Padahal, proyek tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2012 ini.
“Target penyelesaian memang tidak terpenuhi. Karena progres susah terlebih kondisi tanahnya yang tidak stabil,“ jelasnya.
Namun, Irdham membantah bahwa dirinya mengetahui ada pengelembungan dana hingga proyek tersebut tidak berjalan lancar. “Materialnya setahu saya tidak dikorupsi. Semoga pertengahan 2013 sudah akan selesai,“ pungkasnya.
(ysw)