AS puji peran Indonesia di ASEAN
Rabu, 05 September 2012 - 06:16 WIB
AS puji peran Indonesia di ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan apresiasi terhadap peranan Indonesia dalam mengelola masalah Laut China Selatan dan mempertahankan keutuhan ASEAN.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan ketua ASEAN, telah berhasil mendorong adanya pencapaian code of conduct dan penekanan agar masalah Laut Cina Selatan dapat diselesaikan dengan baik.
AS juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY atas peranannya dalam memastikan kemajuan proses demokrasi dan reformasi di Myanmar. Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, sempat dibahas kondisi terakhir di Myanmar, termasuk penanganan masalah Rohingya.
"Di sini, sekali lagi AS menyampaikan apresiasi atas posisi Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan," ujar Hillary, seperti dikutip oleh Menlu Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menlu AS Hillary Clinton kemarin pagi berkunjung ke kantor Kepresidenan Jakarta. Istri mantan presiden Bill Clinton itu tiba di halaman Kantor Presiden pada pukul 09.30 WIB dengan mobil berpelat CD 12-01.
Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, Duta Besar AS untuk ASEAN David Carden, Deputi Sekretaris dan Biro Hubungan Asia Timur dan Pasific Dan Russel, Direktur Kebijakan dan Rencana Jake Sullivan, serta Perwakilan Kepala Staf Gabungan VADM Harry Harris.
Sementara Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Pertemuan yang dijadwalkan hanya berlangsung hanya 30 menit, ternyata berlangsung lebih lama dan berakhir pada pukul 10.35 WIB.
"Ibu Menlu AS menyampaikan salam dari Presiden AS Barack Obama kepada Presiden, dan selanjutnya membahas beberapa masalah yang menjadi kepedulian bersama. Masalah yang dibahas, hubungan bilateral AS dan Indonesia, khususnya bagaimana kedua negara bisa mewujudkan yang dinamakan kemitraan komprehensif Indonesia-AS," ujar Marty.
Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, Presiden SBY menyampaikan harapannya kepada Hillary agar hubungan kedua negara yang sudah baik saat ini, terus dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga semakin komprehensif dan semakin menguntungkan.
Terkait peningkatan hubungan bilateral tersebut, Hillary mengingatkan bahwa pada 20 September mendatang akan diselenggarakan Joint Ministerial Commission III antara Indonesia-AS yang akan berlangsung di Washington dan dipimpin oleh meteri luar negeri kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, Marty mengungkapkan rencana kunjungan Presiden SBY ke AS akhir September ini. Dalam rangkaian kunjungan itu,Presiden akan menghadiri investment day untuk mempromosikan potensi penamanan modal asing di Indonesia. "Secara umum, hubungan bilateral kedua negara sangat kuat dan positif," tandasnya.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai kunjungan Hillary ke Jakarta menunjukkan posisi Indonesia semakin menguat di mata Negeri Paman Sam tersebut.
"Kunjungan Hillary bukti konkret bahwa AS melirik kekuatan Indonesia di kawasan Asia dan Australia. Yang pertama, Indonesia sudah menjadi anggota G20 dan mengambil peran strategis dikawasan Asia dan Australia, dan dalam peran itu apa pun keadaannya, Amerika sangat membutuhkan Indonesia yang terus menguat," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Politikus senior PDIP itu menambahkan, tidak aneh jika secara tiba-tiba Indonesia akan mendapat hibah F16.
"Dalam konteks ini, tentu sangat baik bagi perbaikan bangsa dan negara ini. Kita sudah terlalu lama diembargo. Maka dengan adanya hibah ini, Indonesia diakui mengalami perubahan dalam demokratisasi, human right dalam berbagai hal, dan itu baguslah bagi perkembangan demokrasi kita," ujarnya.
Dalam kunjungan kedua kalinya di Indonesia ini,Hillary juga sempat mengunjungi kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta. Kedatangan Hillary ke Sekretariat ASEAN merupakan yang pertama kalinya sejak dia terpilih sebagai menteri luar negeri AS pada 2009.
Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengungkapkan, dalam kunjungan itu Hillary memberikan dukungan moral terhadap penyelesaian berbagai konflik yang menimpa kawasan ASEAN, termasuk isu klaim Laut China Selatan.
Hillary juga menekankan pentingnya sentralitas dan persatuan dalam kawasan, karena hal itu dapat membantu mengatasi permasalahan di antara seluruh negara anggota.
"Persatuan dalam kawasan ASEAN dapat membantu mengurangi masalah perbedaan kondisi ekonomi dan kesenjangan antara negara anggota, serta sejumlah isu yang penuh tantangan dan kesulitan, seperti upaya kesepakatan kode etik Laut China Selatan," ujar Surin.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku mantan ketua ASEAN, telah berhasil mendorong adanya pencapaian code of conduct dan penekanan agar masalah Laut Cina Selatan dapat diselesaikan dengan baik.
AS juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden SBY atas peranannya dalam memastikan kemajuan proses demokrasi dan reformasi di Myanmar. Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, sempat dibahas kondisi terakhir di Myanmar, termasuk penanganan masalah Rohingya.
"Di sini, sekali lagi AS menyampaikan apresiasi atas posisi Indonesia yang sangat terukur dan betul-betul menampilkan kepedulian berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan," ujar Hillary, seperti dikutip oleh Menlu Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menlu AS Hillary Clinton kemarin pagi berkunjung ke kantor Kepresidenan Jakarta. Istri mantan presiden Bill Clinton itu tiba di halaman Kantor Presiden pada pukul 09.30 WIB dengan mobil berpelat CD 12-01.
Dalam kunjungan tersebut, dia didampingi Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel, Duta Besar AS untuk ASEAN David Carden, Deputi Sekretaris dan Biro Hubungan Asia Timur dan Pasific Dan Russel, Direktur Kebijakan dan Rencana Jake Sullivan, serta Perwakilan Kepala Staf Gabungan VADM Harry Harris.
Sementara Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.
Pertemuan yang dijadwalkan hanya berlangsung hanya 30 menit, ternyata berlangsung lebih lama dan berakhir pada pukul 10.35 WIB.
"Ibu Menlu AS menyampaikan salam dari Presiden AS Barack Obama kepada Presiden, dan selanjutnya membahas beberapa masalah yang menjadi kepedulian bersama. Masalah yang dibahas, hubungan bilateral AS dan Indonesia, khususnya bagaimana kedua negara bisa mewujudkan yang dinamakan kemitraan komprehensif Indonesia-AS," ujar Marty.
Dalam pertemuan itu, lanjut Marty, Presiden SBY menyampaikan harapannya kepada Hillary agar hubungan kedua negara yang sudah baik saat ini, terus dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga semakin komprehensif dan semakin menguntungkan.
Terkait peningkatan hubungan bilateral tersebut, Hillary mengingatkan bahwa pada 20 September mendatang akan diselenggarakan Joint Ministerial Commission III antara Indonesia-AS yang akan berlangsung di Washington dan dipimpin oleh meteri luar negeri kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, Marty mengungkapkan rencana kunjungan Presiden SBY ke AS akhir September ini. Dalam rangkaian kunjungan itu,Presiden akan menghadiri investment day untuk mempromosikan potensi penamanan modal asing di Indonesia. "Secara umum, hubungan bilateral kedua negara sangat kuat dan positif," tandasnya.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai kunjungan Hillary ke Jakarta menunjukkan posisi Indonesia semakin menguat di mata Negeri Paman Sam tersebut.
"Kunjungan Hillary bukti konkret bahwa AS melirik kekuatan Indonesia di kawasan Asia dan Australia. Yang pertama, Indonesia sudah menjadi anggota G20 dan mengambil peran strategis dikawasan Asia dan Australia, dan dalam peran itu apa pun keadaannya, Amerika sangat membutuhkan Indonesia yang terus menguat," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Politikus senior PDIP itu menambahkan, tidak aneh jika secara tiba-tiba Indonesia akan mendapat hibah F16.
"Dalam konteks ini, tentu sangat baik bagi perbaikan bangsa dan negara ini. Kita sudah terlalu lama diembargo. Maka dengan adanya hibah ini, Indonesia diakui mengalami perubahan dalam demokratisasi, human right dalam berbagai hal, dan itu baguslah bagi perkembangan demokrasi kita," ujarnya.
Dalam kunjungan kedua kalinya di Indonesia ini,Hillary juga sempat mengunjungi kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta. Kedatangan Hillary ke Sekretariat ASEAN merupakan yang pertama kalinya sejak dia terpilih sebagai menteri luar negeri AS pada 2009.
Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengungkapkan, dalam kunjungan itu Hillary memberikan dukungan moral terhadap penyelesaian berbagai konflik yang menimpa kawasan ASEAN, termasuk isu klaim Laut China Selatan.
Hillary juga menekankan pentingnya sentralitas dan persatuan dalam kawasan, karena hal itu dapat membantu mengatasi permasalahan di antara seluruh negara anggota.
"Persatuan dalam kawasan ASEAN dapat membantu mengurangi masalah perbedaan kondisi ekonomi dan kesenjangan antara negara anggota, serta sejumlah isu yang penuh tantangan dan kesulitan, seperti upaya kesepakatan kode etik Laut China Selatan," ujar Surin.
(san)