Polisi incar instruktur teroris Solo

Rabu, 05 September 2012 - 06:02 WIB
Polisi incar instruktur...
Polisi incar instruktur teroris Solo
A A A
Sindonews.com - Kelompok teroris Solo diyakini tidak hanya digerakkan tiga orang, dua di antaranya tewas ditembak dalam operasi penyergapan. Kelompok ini juga memiliki instruktur untuk latihan militer yang terencana dan rapi.

Kini polisi mengincar instruktur para teroris tersebut.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, beberapa bulan sebelum melakukan aksi teror di Solo, kelompok ini menggelar latihan militer di Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah, antara Juni dan Juli.

"Instrukturnya kita telusuri. Kita masih kembangkan," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 4 September 2012 kemarin.

Mereka juga berencana merampok toko emas di Pasar Klewer, Solo. Namun, rencana itu gagal karena ketatnya penjagaan. Antisipasi sudah dilakukan polisi dan pemerintah setempat dengan tidak memberikan ruang bagi kelompok teroris untuk merampok.

Perampokan bertujuan mencari dana terorisme. Adanya pelatihan dan perencanaan ini terungkap dalam pemeriksaan terduga teroris yang ditangkap, Bayu Setiyono.

Kelompok ini memiliki kecewa dengan polisi yang telah menangkap dan menyeret para tersangka teroris ke pengadilan. Kekecewaan ini disebutkan dalam surat yang diduga ditulis Farhan Mujahidin, yang tewas ditembak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Jumat 31 Agustus 2012.

"Mereka balas dendam terhadap polisi dan sekaligus bertujuan meminta seluruh tahanan teroris dibebaskan. Itu tujuannya terungkap dalam surat. Ini akan jadi kelengkapan alat bukti," tuturnya.

Ditemukannya surat itu memperkuat dugaan polisi terkait motif kelompok ini. "Beberapa waktu lalu, kita masih menduga-duga motifnya, tapi sekarang kita sudah dapat konfirmasi secara khusus, motif ini sudah tergambar dari surat," jelasnya.

Selain itu, beberapa anggota kelompok ini memiliki hubungan dengan jaringan teroris Tanah Air. Sebelum membentuk kelompoknya sendiri, masing-masing anggotanya pernah bergabung dengan kelompok garis keras di dalam negeri.

"Background-nya ada yang JAT (Jamaah Ansharut Tauhid), ada juga yang NII (Negara Islam Indonesia) kewilayahan. Mereka memiliki keterkaitan dengan yang terdahulu, tapi mereka sendiri merupakan kelompok baru yang informasinya belum menetapkan nama," paparnya.

Menurut Boy, Bayu memiliki hubungan dengan tersangka teroris Sigit Qurdowi yang tewas dalam penyergapan Densus 88 Antiteror di Sukoharjo, Jawa Tengah, Mei 2011. Sementara Farhan memiliki keterkaitan dengan Abu Omar, penyuplai senjata yang sudah tertangkap dan sedang dalam proses hukum.

"Lalu, mereka bergabung untuk membentuk kelompok baru yang bersamasama melakukan aksi teror," jelasnya.

Mereka memilih beraksi di Solo karena kota tersebut sudah sangat dikenal kelompok itu. Dua dari tiga terduga merupakan jebolan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo. "Mereka sudah menguasai lapangan. Karena strategi hit and run memang mengharuskan si pelaku menguasai lapangan," kata Boy.

Sementara itu, autopsi terhadap dua jenazah terduga teroris sudah selesai dilakukan. Kini, polisi masih melakukan pemeriksaan DNA. "Kita sudah dapat sampelnya dari ibunya Farhan dan tim forensik meminta waktu dalam satu dua hari ini bisa tuntas," imbuhnya.

Juru Bicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Son Hadi membantah ada keterkaitan antara teroris Solo dan JAT. Menurut Hadi, belum ada fakta yang bisa terungkap tentang keterkaitan itu.

"Polisi dan BNPT hanya menuding untuk menutup kelemahannya tidak bisa membuktikan pelaku utamanya. Mereka terkenal JAT paranoid syndrome. Semua teror selalu dikaitkan dengan JAT," papar Hadi.
(san)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
IUCN Lihat Menhut Paham...
IUCN Lihat Menhut Paham Akar Masalah Konservasi Gajah
Infografis
Ratu Elizabeth Anggap...
Ratu Elizabeth Anggap Semua Orang Israel Adalah Teroris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved