Basri bantah terlibat kasus Hambalang
Rabu, 05 September 2012 - 03:58 WIB
Basri bantah terlibat kasus Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa Dirut PT Yodya Karya M Basri. Dalam pemeriksaan itu, Basri membantah semua tudingan terhadap dirinya. Basri mengaku tidak kenal dengan Wisler Manalu, Ketua Panitia Pengadaan proyek tersebut.
Hal tersebut disampaikan Basri usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Gedung KPK terkait kasus yang telah menyeret nama Kepala Biro Keuangan dan rumah Tangga Kemenpora menjadi tersangka perdana dalam kasus itu.
"Saya tidak kenal Whisler Manalu. Orang itu hanya tahu nama, tapi tidak kenal orangnya," kata Basrie di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Basrie menjelaskan, dirinya baru mengetahui nama Whisler setelah kasus korupsi yang nilai proyeknya Rp2,5 triliun tersebut terungkap ke permukaan. Menurut Basrie, dirinya selama ini memang tidak mengetahui siapa saja yang duduk dalam kepanitiaan proyek tersebut. Padahal, perusahaan Yodya Karya bergerak sebagai konsultan untuk pembangunan proyek Hambalang.
Lebih lanjut, Basrie yang terlihat memakai kemeja putih tersebut membantah jika pihaknya dianggap mengetahui adanya tindakan korupsi yang telah dilakukan dalam proyek tersebut. Terlebih, ketika kemudian bangunan tersebut kemudian ambruk pada Desember lalu. Basrie menganggap itu hanya dikarenakan kesalahan sistem pembangunan tersebut.
"Kalau tugas konsultan kan hanya untuk lelang. Jadi kalau saya lihat, karen Yodya Karya ikut sebagai perencana dalam proyek Hambalang. Kemudian waktu tahun 2010, YK sebagai pemenang lelang kosultan Hambalang, telah mengerjaakan tugasnya sesuai dengan rencana acuan kerja," jelasnya.
Selain itu, Basrie juga bantah bahwa dirinya pernah melakukan pertemuan ataupun koordinasi dengan PT Adi Karya untuk membahas proyek tersebut. Pasalnya, PT Adi Karya sendiri diketahui sebagai pemenang tender pembuatan proyek tersebut. "Tidak, kalau dengan Adi Karya tidak pernah," bantahnya.
Basrie pun mengakui, bahwa pemeriksaannya hari ini masih seputar pada proses lelang pelaksanaan proyek tersebut.Basrie menjelaskan, setidaknya ada delapan lembar kertas yang diberikan kepada dirinya untuk dijawab.
"Dimulai pertaanyaan dari riwaayat hidup pekerjaan, apakh kenal dengan Dk. Saya akui kenal DK, sekitar tahun 2012. Tepatnya pada bulan Februaari 2012. Yang jelas seputar soal lelang, pengadaan barang dan jasaa," pungkasnya.
Hal tersebut disampaikan Basri usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Gedung KPK terkait kasus yang telah menyeret nama Kepala Biro Keuangan dan rumah Tangga Kemenpora menjadi tersangka perdana dalam kasus itu.
"Saya tidak kenal Whisler Manalu. Orang itu hanya tahu nama, tapi tidak kenal orangnya," kata Basrie di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Basrie menjelaskan, dirinya baru mengetahui nama Whisler setelah kasus korupsi yang nilai proyeknya Rp2,5 triliun tersebut terungkap ke permukaan. Menurut Basrie, dirinya selama ini memang tidak mengetahui siapa saja yang duduk dalam kepanitiaan proyek tersebut. Padahal, perusahaan Yodya Karya bergerak sebagai konsultan untuk pembangunan proyek Hambalang.
Lebih lanjut, Basrie yang terlihat memakai kemeja putih tersebut membantah jika pihaknya dianggap mengetahui adanya tindakan korupsi yang telah dilakukan dalam proyek tersebut. Terlebih, ketika kemudian bangunan tersebut kemudian ambruk pada Desember lalu. Basrie menganggap itu hanya dikarenakan kesalahan sistem pembangunan tersebut.
"Kalau tugas konsultan kan hanya untuk lelang. Jadi kalau saya lihat, karen Yodya Karya ikut sebagai perencana dalam proyek Hambalang. Kemudian waktu tahun 2010, YK sebagai pemenang lelang kosultan Hambalang, telah mengerjaakan tugasnya sesuai dengan rencana acuan kerja," jelasnya.
Selain itu, Basrie juga bantah bahwa dirinya pernah melakukan pertemuan ataupun koordinasi dengan PT Adi Karya untuk membahas proyek tersebut. Pasalnya, PT Adi Karya sendiri diketahui sebagai pemenang tender pembuatan proyek tersebut. "Tidak, kalau dengan Adi Karya tidak pernah," bantahnya.
Basrie pun mengakui, bahwa pemeriksaannya hari ini masih seputar pada proses lelang pelaksanaan proyek tersebut.Basrie menjelaskan, setidaknya ada delapan lembar kertas yang diberikan kepada dirinya untuk dijawab.
"Dimulai pertaanyaan dari riwaayat hidup pekerjaan, apakh kenal dengan Dk. Saya akui kenal DK, sekitar tahun 2012. Tepatnya pada bulan Februaari 2012. Yang jelas seputar soal lelang, pengadaan barang dan jasaa," pungkasnya.
(san)