Finger print tak cukup disiplinkan anggota DPR
Selasa, 04 September 2012 - 19:17 WIB
Finger print tak cukup disiplinkan anggota DPR
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Pemilu 2014, sejumlah anggota DPR RI ditengarai kerap mangkir dari sidang. Sejumlah pihak merasa kesulitan untuk mengatasi sikap anggota dewan yang suka membolos ini. Rencana untuk memasang Finger Print juga dipandang Pramono anung belum cukup.
Wakil ketua DPR Pramono Anung menyatakan, untuk mencegah anggota DPR tidak mengikuti rapat paripurna tidak cukup dengan penerapan finger print, harus ada aturan lain yang lebih mengikat.
"Ya sebenarnya finger print memang bisa mengurangi ketidakhadiran seseorang. Tapi kan finger print tidak cukup," ujar Pramono di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Semangatnya, finger print mencegah anggota DPR menyuruh stafnya untuk mengisi absen saat sidang paripurna. Meskipun diberlakukan finger print, bukan tidak bisa anggota DPR bisa bolos hadir saat rapat sidang paripurna.
Bisa saja setelah absen langsung pulang karena ketika selesai sidang anggota DPR tidak perlu absen lagi.
"Ya itu bisa terjadi, memang kalau finger print itu datang dan kemudian pulang," katanya.
Pramono mengakui finger print sudah cukup memacu semangat DPR dalam mengikuti sidang Paripurna.
"Bagi saya kalau ini diatur dalam MD3 akan lebih bagus. Terutama soal PAW," pungkasnya.
Wakil ketua DPR Pramono Anung menyatakan, untuk mencegah anggota DPR tidak mengikuti rapat paripurna tidak cukup dengan penerapan finger print, harus ada aturan lain yang lebih mengikat.
"Ya sebenarnya finger print memang bisa mengurangi ketidakhadiran seseorang. Tapi kan finger print tidak cukup," ujar Pramono di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Semangatnya, finger print mencegah anggota DPR menyuruh stafnya untuk mengisi absen saat sidang paripurna. Meskipun diberlakukan finger print, bukan tidak bisa anggota DPR bisa bolos hadir saat rapat sidang paripurna.
Bisa saja setelah absen langsung pulang karena ketika selesai sidang anggota DPR tidak perlu absen lagi.
"Ya itu bisa terjadi, memang kalau finger print itu datang dan kemudian pulang," katanya.
Pramono mengakui finger print sudah cukup memacu semangat DPR dalam mengikuti sidang Paripurna.
"Bagi saya kalau ini diatur dalam MD3 akan lebih bagus. Terutama soal PAW," pungkasnya.
(ysw)