Jangan ada udang di balik batu soal hibah F-16
Selasa, 04 September 2012 - 13:18 WIB
Jangan ada udang di balik batu soal hibah F-16
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia diimbau untuk berhati-hati menerima hibah pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Jangan sampai hibah ini memiliki maksud tertentu.
Imbauan ini diungkap Wakil Ketua Komisi I Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2012).
"Masalah hibah harus hati-hati, berapa uang rakyat uang dikeluarkan apakah efektif," ujarnya.
Kendati demikian, politikus Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) ini mengaku, sepakat jika ada hibah pesawat dari AS. Tapi dengan catatan RI tidak perlu mengeluarkan dana.
"Prinsip dasar kami sepakat hibah apapun seberapapun, asal tidak boleh mengikat atau ada udang di balik batu," tandasnya.
Seperti diketahui, kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada awal pekan ini menimbulkan banyak praduga. Dua hal yang diduga akan dibicarakannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, adalah mengenai hibah pesawat F-16 dan perpanjangan kontrak Freeport.
Tb Hasanuddin tidak bisa memastikan tujuan dari mantan Ibu Negara AS ini. Namun apapun tujuan dari Hillary, jika hal itu menguntungkan, tentu akan didukung.
"Kalau itu menguntungkan, kami welcome. Kalau tidak, ditolak," tegasnya.
Dia mengimbau, dalam hubungan internasional Indonesia boleh saja bekerja sama dengan negara lain, khususnya yang memberikan dampak baik untuk masyarakat Indonesia untuk kedepannya.
Imbauan ini diungkap Wakil Ketua Komisi I Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2012).
"Masalah hibah harus hati-hati, berapa uang rakyat uang dikeluarkan apakah efektif," ujarnya.
Kendati demikian, politikus Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) ini mengaku, sepakat jika ada hibah pesawat dari AS. Tapi dengan catatan RI tidak perlu mengeluarkan dana.
"Prinsip dasar kami sepakat hibah apapun seberapapun, asal tidak boleh mengikat atau ada udang di balik batu," tandasnya.
Seperti diketahui, kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada awal pekan ini menimbulkan banyak praduga. Dua hal yang diduga akan dibicarakannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, adalah mengenai hibah pesawat F-16 dan perpanjangan kontrak Freeport.
Tb Hasanuddin tidak bisa memastikan tujuan dari mantan Ibu Negara AS ini. Namun apapun tujuan dari Hillary, jika hal itu menguntungkan, tentu akan didukung.
"Kalau itu menguntungkan, kami welcome. Kalau tidak, ditolak," tegasnya.
Dia mengimbau, dalam hubungan internasional Indonesia boleh saja bekerja sama dengan negara lain, khususnya yang memberikan dampak baik untuk masyarakat Indonesia untuk kedepannya.
(mhd)