KPK telusuri petinggi kontraktor proyek Hambalang
Selasa, 04 September 2012 - 10:22 WIB
KPK telusuri petinggi kontraktor proyek Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan penyidikan terkait kasus mega korupsi, dalam pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang, Jawa Barat.
Hari ini KPK berencana memeriksa salah satu petinggi PT Yodya Karya, yakni perusahaan BUMN yang menjadi pemenang tender untuk perencana proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON). Salah satu petinggi tersebut adalah M Basir yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Yodya Karya.
"Iya, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk DK (Deddy Kusdinar)," kata Kepapa Bagian (kabag) Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Tak hanya Basir, penyidik KPK hari ini berencana akan memeriksa salah satu karyawan perusahaan pemenang tender bernilai Rp2,5 triliun yakni PT Adhi Karya.
"Kita juga periksa Dardi Gunawan yang bekerja sebagai karyawan PT Adhi Karya," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini telah menetapkan Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar sebagai tersangka. Dia menambahkan, hal itu merupakan pintu pertama untuk menjerat para pelaku yang lebih tinggi lagi.
"Anak tangga pertama ditentukan terhadap pemeriksaan terkait dengan tersangka pertama itu (Dedy). Nanti kan akan berkembang," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Selasa 28 Agustus 2012 lalu.
Kasus tersebut telah ditelusuri oleh KPK sejak Agustus 2011 lalu. Saat ini sudah lebih dari 70 saksi telah digarap.
Mulai dari petinggi PT Adhi Karya, Mahfud Suroso, PT Duta Graha Indah, Dudung Purwadi, dan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), Luki Ambarwati, serta anggota DPR Ignatius Mulyono dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, hingga istri Anas, Atthiyah Lalila, juga telah diperiksa pada 26 April 2012 lalu.
Hari ini KPK berencana memeriksa salah satu petinggi PT Yodya Karya, yakni perusahaan BUMN yang menjadi pemenang tender untuk perencana proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON). Salah satu petinggi tersebut adalah M Basir yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Yodya Karya.
"Iya, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk DK (Deddy Kusdinar)," kata Kepapa Bagian (kabag) Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Tak hanya Basir, penyidik KPK hari ini berencana akan memeriksa salah satu karyawan perusahaan pemenang tender bernilai Rp2,5 triliun yakni PT Adhi Karya.
"Kita juga periksa Dardi Gunawan yang bekerja sebagai karyawan PT Adhi Karya," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, kasus ini telah menetapkan Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar sebagai tersangka. Dia menambahkan, hal itu merupakan pintu pertama untuk menjerat para pelaku yang lebih tinggi lagi.
"Anak tangga pertama ditentukan terhadap pemeriksaan terkait dengan tersangka pertama itu (Dedy). Nanti kan akan berkembang," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Selasa 28 Agustus 2012 lalu.
Kasus tersebut telah ditelusuri oleh KPK sejak Agustus 2011 lalu. Saat ini sudah lebih dari 70 saksi telah digarap.
Mulai dari petinggi PT Adhi Karya, Mahfud Suroso, PT Duta Graha Indah, Dudung Purwadi, dan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), Luki Ambarwati, serta anggota DPR Ignatius Mulyono dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, hingga istri Anas, Atthiyah Lalila, juga telah diperiksa pada 26 April 2012 lalu.
(mhd)