M & F pecahan jaringan teroris Filipina
Sabtu, 01 September 2012 - 15:09 WIB
M & F pecahan jaringan teroris Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Aksi tembak-menembak antara Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes
Polri dengan pihak yang disebut kelompok teroris kembali terjadi pada Jumat 31 Agustus 2012
malam di Solo. Pihak teroris ini merupakan kelompok pecahan jaringan teroris Filipina yang tersebar di Indonesia.
Hal ini terindikasi dari data yang berhasil dihimpun pihak Mabes Polri. "Sekarang kan jaringannya itu campuran dan bercampur dimana saja. Mereka kemudian menyebar tapi tetap ada jaringan utama,“ ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar ketika dikonfirmasi Sindonews melalui telepon genggamnya, Sabtu (1/9/2012).
Seperti diketahui, Jum'at, 31 Agustus 2012 malam, ada upaya penangkapan terhadap diduga teroris pelaku penembakan pos polisi di Kota Solo. Dalam pengejaran ini akhirnya terjadi baku tembak antara Densus 88 dengan pelaku teror di Jalan Veteran, Solo Jawa Tengah.
Akibat kejadian itu, dua orang terduga teroris tersebut dengan inisial M dan F tewas tertembak. Sementara seorang anggota polisi bernama Bripda Suherman ikut tewas dalam kejadian malam tadi sekira pukul 21.00 WIB ini.
Insiden berdarah itu diawali dari upaya anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 yang akan melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris.
Polri dengan pihak yang disebut kelompok teroris kembali terjadi pada Jumat 31 Agustus 2012
malam di Solo. Pihak teroris ini merupakan kelompok pecahan jaringan teroris Filipina yang tersebar di Indonesia.
Hal ini terindikasi dari data yang berhasil dihimpun pihak Mabes Polri. "Sekarang kan jaringannya itu campuran dan bercampur dimana saja. Mereka kemudian menyebar tapi tetap ada jaringan utama,“ ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar ketika dikonfirmasi Sindonews melalui telepon genggamnya, Sabtu (1/9/2012).
Seperti diketahui, Jum'at, 31 Agustus 2012 malam, ada upaya penangkapan terhadap diduga teroris pelaku penembakan pos polisi di Kota Solo. Dalam pengejaran ini akhirnya terjadi baku tembak antara Densus 88 dengan pelaku teror di Jalan Veteran, Solo Jawa Tengah.
Akibat kejadian itu, dua orang terduga teroris tersebut dengan inisial M dan F tewas tertembak. Sementara seorang anggota polisi bernama Bripda Suherman ikut tewas dalam kejadian malam tadi sekira pukul 21.00 WIB ini.
Insiden berdarah itu diawali dari upaya anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 yang akan melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga teroris.
(kur)