Ada jaringan kuat dibelakang aksi Solo

Sabtu, 01 September 2012 - 02:20 WIB
Ada jaringan kuat dibelakang...
Ada jaringan kuat dibelakang aksi Solo
A A A
Sindonews.com - Diduga pelaku penembakan yang terjadi di Jalan Veteran Solo, Jawa Tengah, merupakan bagian dari kelompok teroris yang terorganisir. Pasalnya, para pelaku tidak mungkin berani melakukan tanpa ada jaringan kuat.

"Hampir pasti kelompok ini ada kaitannya dengan jaringan teroris. Sebab meski tak banyak teroris yang disergap ini, tapi tidak mungkin mereka kerja sendiri. Pasti di belakangnya ada jaringan yang lebih besar. Harus dikupas habis," kata Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi, Jumat 31 Agustus 2012 malam.

Dia juga mengatakan, Presiden SBY telah menerima laporan dari Kapolri terkait kasus tersebut. Oleh sebab itu, Kapolri diminta untuk meninjau langsung lokasi kejadian baku tembak yang menewaskan tiga orang itu.

"Terhadap laporan ini, presiden perintahkan Kapolri besok pagi-pagi sekali ke TKP dan melaporkan hasilnya langsung," katanya.

Lanjutnya, peristiwa tersebut bukanlah yang pertama di Solo. belakangan ini, Solo kerap kali terjadi aksi yang serupa. Namun, katanya, Kepolisian berhasil mengobrak-abrik lokasi persembunyian mereka.

"Mereka berhasil diidentifikasi dan dikejar habis-habisan oleh polri. Penyergapan dipimpin oleh Densus 88," terangnya.

Sebagaimana diketahui, pertama kali terjadi aksi yang teror yang terjadi di Solo pada Jumat 17 Agustus 2012 lalu, di Pos Pengamanan Lebaran yang didirikan oleh Polresta Solo, di Gemblegan ditembaki orang tak dikenal.

Lalu, sehari kemudian atau bertepatan dengan malam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, atau Sabtu 18 Agustus 2012 lalu, pos pengamanan Lebaran di Gladag, Solo yang diserang. Pos yang berada tidak jauh dari Balai Kota Solo itu dilempari alat peledak.

Hingga tragedi yang serupa terjadi pada Kamis 30 Agustus 2012 lalu, yang menewaskan seorang polisi yang bernama Bripka Dwi Data Subekti (58), dengan luka tembak di dada.
(mhd)
Berita Terkait
Terkait Penembakan Gamma,...
Terkait Penembakan Gamma, Kapolrestabes Semarang Penuhi Panggilan Komisi III DPR
Pasca Penembakan di...
Pasca Penembakan di Kafe Cengkareng, Lalu Lintas Sepanjang Daan Mogot Lumpuh
Baru Bebas dari Penjara,...
Baru Bebas dari Penjara, Rapper AS Diberondong 64 Peluru
Eksekutor Penembakan...
Eksekutor Penembakan Anggota Dishub Merupakan Oknum Anggota Polisi
Senjata Api Eksekutor...
Senjata Api Eksekutor Anggota Dishub Dipesan dari Jaringan Teroris
Sempat Pakai Dukun,...
Sempat Pakai Dukun, Kasatpol PP Makassar Rencanakan Pembunuhan Sejak Tahun 2020
Berita Terkini
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved