Herman bantah diperiksa KPK
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:18 WIB
Herman bantah diperiksa KPK
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran anggota DPR RI Herman Hery ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup menarik perhatian.
Spekulasi yang berkembang, politikus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) oleh Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian Energi, Sumber Daya Mineral (KESDM) tahun anggaran 2007 dan 2008.
Namun, dugaan itu langsung dibantah oleh Herman Hery. Menurut dia, kedatangannya ke KPK dalam rangka melaporkan jumlah harta kekayaannya.
"Bukan diperiksa, tapi saya melaporkan perubahan harta kekayaan saya, itu saja. Tidak ada pemeriksaan apa-apa," tegasnya saat keluar dari Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Jumat (31/8/2012).
Ketika dikonfirmasi soal adanya nama Herman dalam jadwal pemeriksaan KPK untuk tersangka kasus Dirjen LPE Departemen ESDM periode 2007-2008, Jacobus Purwono, Herman juga membantah.
"Enggak ada. Kamu tanya ke penyidik, mungkin itu salah, coba tanya ke penyidik," tukasnya.
Soal tudingan dirinya telah mengarahkan tiga perusahaan untuk pemenangan proyek SHS, dengan cepat Herman menyangkalnya.
"Saya tidak tahu itu. Tidak tahu saya. Ditudingkan ke siapa, yang menuding siapa, saya enggak pernah tahu," bantahnya lagi.
Herman sendiri nampak gugup ketika ditanya mengenai berapa jumlah harta kekayaannya yang dilaporkan kepada KPK. "Tidak, saya cuma lapor harta kekayaan," pungkas Herman.
Herman kemudian memasuki mobil mewah Range Rover Sport berwarna putih ini, dan pergi meninggalkan KPK.
Seperti diketahui, nama Herman dan anggota Komisi VII Sutan Batoegana, masuk ke dalam jadwal pemeriksaan KPK sebagai saksi terkait kasus korupsi di Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian Energi, Sumber Daya Mineral (KESDM).
Spekulasi yang berkembang, politikus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) oleh Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian Energi, Sumber Daya Mineral (KESDM) tahun anggaran 2007 dan 2008.
Namun, dugaan itu langsung dibantah oleh Herman Hery. Menurut dia, kedatangannya ke KPK dalam rangka melaporkan jumlah harta kekayaannya.
"Bukan diperiksa, tapi saya melaporkan perubahan harta kekayaan saya, itu saja. Tidak ada pemeriksaan apa-apa," tegasnya saat keluar dari Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Jumat (31/8/2012).
Ketika dikonfirmasi soal adanya nama Herman dalam jadwal pemeriksaan KPK untuk tersangka kasus Dirjen LPE Departemen ESDM periode 2007-2008, Jacobus Purwono, Herman juga membantah.
"Enggak ada. Kamu tanya ke penyidik, mungkin itu salah, coba tanya ke penyidik," tukasnya.
Soal tudingan dirinya telah mengarahkan tiga perusahaan untuk pemenangan proyek SHS, dengan cepat Herman menyangkalnya.
"Saya tidak tahu itu. Tidak tahu saya. Ditudingkan ke siapa, yang menuding siapa, saya enggak pernah tahu," bantahnya lagi.
Herman sendiri nampak gugup ketika ditanya mengenai berapa jumlah harta kekayaannya yang dilaporkan kepada KPK. "Tidak, saya cuma lapor harta kekayaan," pungkas Herman.
Herman kemudian memasuki mobil mewah Range Rover Sport berwarna putih ini, dan pergi meninggalkan KPK.
Seperti diketahui, nama Herman dan anggota Komisi VII Sutan Batoegana, masuk ke dalam jadwal pemeriksaan KPK sebagai saksi terkait kasus korupsi di Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian Energi, Sumber Daya Mineral (KESDM).
(lns)