Sultan out, Golkar rugi
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 14:00 WIB
Sultan out, Golkar rugi
A
A
A
Sindonews.com - Undang-Undang Keistimewaan DIY yang baru saja disahkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengamanatkan bahwa Sri Sultan Hamengkubowo X tidak boleh berpartai. Hal ini mengisyaratkan Sultan harus segera keluar dari keanggotaan Partai Golkar.
Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari mengatakan, keluarnya Sultan dari Partai merupakan kerugian bagi partai berlambang pohon beringin itu.
"Ya sebuah kerugian, tapi demi UU, demi kebaikan bangsa dan negera, harus dipatuhi oleh Golkar. Apalagi Golkar mengklaim sebagai partai berwawasan kebangsaan," ujar Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2012).
Peran aktif Sri Sultan dalam partai, sambung Hajriyanto, akan sangat berpengaruh terhadap kemenangan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2014.
"Seorang Sultan punya pengaruh yang besar, apalagi di Jawa. Keaktifan Sultan di Parpol tentu akan memberi pengaruh besar," terangnya.
Namun, Hajriyanto tidak mau berspekulasi keluarnya Sultan dari Partai Golkar akan berpengaruh terhadap perolehan suara Golkar nantinya. Untuk mengetahui hal itu, dia meminta untuk menunggu hasil Pemilu yang akan datang.
"Hasil Pemilu terakhir, dari DIY menyumbangkan satu kursi. Coba kita lihat nanti, apakah DIY bisa mempertahankan satu kursi meskipun tanpa Sultan," kata dia.
Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari mengatakan, keluarnya Sultan dari Partai merupakan kerugian bagi partai berlambang pohon beringin itu.
"Ya sebuah kerugian, tapi demi UU, demi kebaikan bangsa dan negera, harus dipatuhi oleh Golkar. Apalagi Golkar mengklaim sebagai partai berwawasan kebangsaan," ujar Hajriyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2012).
Peran aktif Sri Sultan dalam partai, sambung Hajriyanto, akan sangat berpengaruh terhadap kemenangan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2014.
"Seorang Sultan punya pengaruh yang besar, apalagi di Jawa. Keaktifan Sultan di Parpol tentu akan memberi pengaruh besar," terangnya.
Namun, Hajriyanto tidak mau berspekulasi keluarnya Sultan dari Partai Golkar akan berpengaruh terhadap perolehan suara Golkar nantinya. Untuk mengetahui hal itu, dia meminta untuk menunggu hasil Pemilu yang akan datang.
"Hasil Pemilu terakhir, dari DIY menyumbangkan satu kursi. Coba kita lihat nanti, apakah DIY bisa mempertahankan satu kursi meskipun tanpa Sultan," kata dia.
(san)