Gumilar: Jadi rektor UI stres

Kamis, 30 Agustus 2012 - 19:07 WIB
Gumilar: Jadi rektor...
Gumilar: Jadi rektor UI stres
A A A
Sindonews.com - Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Somantri lebih lega, setelah disibukkan dengan kisruhnya UI selama setahun terakhir kepemimpinannya.

Gumilar saat ini justru kembali mengajar menjadi dosen biasa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, dengan mengajar mata kuliah sosiologi perkotaan. Karena itu, saat ini dirinya memiliki waktu luang bersantai dengan keluarga lebih banyak.

"Saat ini justru saya back to basic, bisa menyetir sendiri, selama jadi rektor kan saya tak pernah bawa mobil sendiri. Stres banyak agenda yang harus dihadiri. Kalau sekarang saya mengajar, biasa pulang dulu jadi bisa tidur siang, saya bisa mengurus ikan–ikan di kolam saya," katanya kepada wartawan di Depok, Kamis (30/08/12).

Gumilar mengatakan, belum memutuskan, apakah akan kembali maju atau tidak dalam pemilihan Rektor UI. Saat ini dirinya masih melihat perkembangan calon rektor yang mendaftarkan diri.

Gumilar mengatakan, dirinya menikmati masa-masa setelah melapaskan jabatan rektor pada 14 Agustus 2012 lalu. "Saya masih menikmati masa menjadi dosen biasa. Belum memikirkan apakah maju atau tidak," ujarnya.

Walau demikian, kata Gumilar, tidak menuntut kemungkinan dirinya akan maju dalam pertarungan merebutkan kursi rektor UI lagi. Dia menambahkan, dirinya maju dalam perhelatan itu hanya untuk kemajuan UI kedepan.

"Itu klise, tapi yang pasti kalau maju bukan karena saya menginginkan jabatan, tapi paling tidak maju bukan untuk diri saya. Tapi untuk memberi yang lain sebanyak-banyaknya. Bagi saya (ini sudah) cukup," ucapnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini dirinya masih memantau kandidat yang maju dalam perebutan kursi itu. Jika ada yang lebih baik, buat apa dirinya maju dalam pemilihan rektor UI itu.

"Kalau tidak maju pasti ada alasan juga, kalau lihat orang ada yang lebih baik bagi kita, ngapain mesti maju. Saya juga tidak mau memperebutkan sebuah jabatan, sampai keluar dari jalur yang benar, tapi di sisi lain tanggung jawab supaya apa yang telah dibangun tidak dibiarkan begitu saja," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved