Jokowi dilaporkan ke KPK, ada apa?

Kamis, 30 Agustus 2012 - 16:26 WIB
Jokowi dilaporkan ke...
Jokowi dilaporkan ke KPK, ada apa?
A A A
Sindonews.com - Siang ini, Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) melaporkan adanya dugaan korupsi dalam anggaran program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) terhadap 110.000 siswa yang disinyalir data-datanya merupakan data-data duplikasi.

"Indikasinya bahwa di dalam anggaran tersebut tertuang untuk 110.000 siswa. Tapi ternyata yang terdaftar adalah data-data duplikasi. Setelah diverifikasi hanya 65.000 siswa," kata bagian Advokasi dan Hukum TS3, M Kalono, di KPK, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

TS3 sendiri akan melaporkan Wali Kota Surakarta inisial JW, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga inisial R, dan Kepala Dinas DPPKA inisial BS.

Meskipun mereka mengaku melaporkan Wali Kota Surakarta yang tidak lain adalah Joko Widodo dalam dugaan kasus korupsi tersebut, namun ketika ditanya pihak yang melakukan duplikasi, Kalono menjawab Dispenpora yang melakukan duplikasi data tersebut.

Ketika ditanya kaitannya dengan Jokowi, Kalono menjawab jika Jokowi sebagai Wali Kota membiarkannya berarti juga pelanggaran.

"Sebenarnya saudara Wali Kota (Jokowi) telah dilapori oleh bagian komputer. Tapi beliau membiarkan dan tidak menindaklanjuti itu," jelas Kalono.

Kalono juga mengatakan pihaknya baru melaporkan kasus ini sekarang karena data-data terkait duplikasi tersebut baru lengkap diperoleh.

"Ya data-datanya kita dapatkan sekarang, ya gimana. Jumlahnya Rp23 M dari duplikasi suratnya 110.000 siswa. Setelah diverifikasi 65.000 siswa jumlahnya hanya Rp10,6 miliar," ucap Kalono.

Ketika disinggung pelaporan ini meupakan pesanan salah satu kandidat cagub di Jakarta, Kalono langsung mengelak.

"Kami enggak ada hubungannya dengan timses. Saya kira juga eggak kenal dengan timses itu siapa. Tetapi sebagai warga Solo perlu kami menindaklanjuti agar semuanya menjadi jelas dan transparan untuk semuanya," pungkasnya.

Patut diketahui, lembaga swadaya TS3 baru berdiri sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu. Anggotanya merupakan guru, aktivis Keadilan, dan Hukum.
(ysw)
Berita Terkait
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Sindir Pejabat Korup...
Sindir Pejabat Korup Banyak Gimik, Mahfud MD: Baru Keluar Penjara Sudah Pidato Perangi Koruptor
Parlemen Vietnam Tetapkan...
Parlemen Vietnam Tetapkan Vo Van Thuong sebagai Presiden Baru
Firli Bahuri Heran Ketangkap...
Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes
KPK Sayangkan Masih...
KPK Sayangkan Masih Ada Pejabat yang Korupsi
Berita Terkini
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved