Penetapan pemimpin Yogya harga mati
Kamis, 30 Agustus 2012 - 14:17 WIB
Penetapan pemimpin Yogya harga mati
A
A
A
Sindonews.com - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengaku melihat adanya keinginan sangat besar dari rakyat Yogyakarta agar Gubernur-Wakil Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Paku Alam IX dipilih melalui penetapan bukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) seperti yang ada di daerah lainnya.
Penetapan itulah, menurut istri Sri Sultan ini, sebagai bentuk keistimewaan Yogyakarta.
"Saya lihat penetapan itu adalah sesuatu harga mati bagi masyarakat Yogya," ujar GKR Hemas di DPR RI, Senayan, Jakarta (30/8/2012).
Rancangan Undang-undang Keistimewaan DIY yang akan disahkan siang ini diyakini Hemas akan disambut baik oleh masyarakat Yogya juga keluarga Keraton.
"Seluruh keluarga menanggapi dengan baik UU Keistimewaan yang sudah dilakukan oleh pemerintah maupun DPR," ujarnya.
Disinggung soal Gubernur tidak boleh menjadi anggota partai politik, Hemas mengatakan itu menjadi lebih baik.
"Mungkin semua parpol melihat sosok Sri Sultan bukan hanya milik satu partai, tapi semua partai," pungkasnya.
Penetapan itulah, menurut istri Sri Sultan ini, sebagai bentuk keistimewaan Yogyakarta.
"Saya lihat penetapan itu adalah sesuatu harga mati bagi masyarakat Yogya," ujar GKR Hemas di DPR RI, Senayan, Jakarta (30/8/2012).
Rancangan Undang-undang Keistimewaan DIY yang akan disahkan siang ini diyakini Hemas akan disambut baik oleh masyarakat Yogya juga keluarga Keraton.
"Seluruh keluarga menanggapi dengan baik UU Keistimewaan yang sudah dilakukan oleh pemerintah maupun DPR," ujarnya.
Disinggung soal Gubernur tidak boleh menjadi anggota partai politik, Hemas mengatakan itu menjadi lebih baik.
"Mungkin semua parpol melihat sosok Sri Sultan bukan hanya milik satu partai, tapi semua partai," pungkasnya.
(lns)