Polisi bantah lambat tangani kerusuhan Sampang
Selasa, 28 Agustus 2012 - 15:40 WIB
Polisi bantah lambat tangani kerusuhan Sampang
A
A
A
Sindonews.com - Polri membantah anggapan yang menyebut pihaknya lamban dalam mengantisipasi setiap kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah. Dinamika yang terjadi di masyarakat dianggap menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja Polri dalam menangani setiap masalah.
"Silakan menilai masing-masing, tentu dinamika yang terjadi di masyarakat tidak mudah. Hanya mungkin perlu ada evaluasi petugas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihak Polsek Sampang sebenarnya telah melakukan upaya pencegahan dalam aksi kekerasan itu. Hanya saja eskalasi pergerakan massa di lokasi kekerasan begitu masif dan dinamis, sehingga pihak kepolisian agak kewalahan untuk mencegahnya.
"Dinamika yang terjadi di tengah masyarakat tidak semudah yang dibayangkan. Kapolsek bersama anggota sudah lakukan upaya-upaya untuk mencegah. Upaya identifikasi kerawanan juga sudah dilakukan," ujarnya.
Meski demikian, Polri tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polri. "Akan dievaluasi bagaimana keterlibatannya. Ada yang masih perlu didalami, ada pemeriksaan lagi terhadap yang lain," ungkapnya.
Selain itu, dia juga berharap keterlibatan tokoh masyarakat, dan tokoh agama di wilayah tersebut untuk memberikan dukungan, dengan mau meredam aksi kekerasan yang bisa mengakibatkan korban jiwa.
"Dan kepada mereka yang menjadi pelaku kekerasan untuk secepatnya dihadapkan ke kepolisian yang di sana, untuk dilakukan pertanggung jawaban hukum," tandasnya.
"Silakan menilai masing-masing, tentu dinamika yang terjadi di masyarakat tidak mudah. Hanya mungkin perlu ada evaluasi petugas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihak Polsek Sampang sebenarnya telah melakukan upaya pencegahan dalam aksi kekerasan itu. Hanya saja eskalasi pergerakan massa di lokasi kekerasan begitu masif dan dinamis, sehingga pihak kepolisian agak kewalahan untuk mencegahnya.
"Dinamika yang terjadi di tengah masyarakat tidak semudah yang dibayangkan. Kapolsek bersama anggota sudah lakukan upaya-upaya untuk mencegah. Upaya identifikasi kerawanan juga sudah dilakukan," ujarnya.
Meski demikian, Polri tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polri. "Akan dievaluasi bagaimana keterlibatannya. Ada yang masih perlu didalami, ada pemeriksaan lagi terhadap yang lain," ungkapnya.
Selain itu, dia juga berharap keterlibatan tokoh masyarakat, dan tokoh agama di wilayah tersebut untuk memberikan dukungan, dengan mau meredam aksi kekerasan yang bisa mengakibatkan korban jiwa.
"Dan kepada mereka yang menjadi pelaku kekerasan untuk secepatnya dihadapkan ke kepolisian yang di sana, untuk dilakukan pertanggung jawaban hukum," tandasnya.
(lil)