Kekerasan bermuatan SARA murni kesalahan pemerintah
Selasa, 28 Agustus 2012 - 07:49 WIB
Kekerasan bermuatan SARA murni kesalahan pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Kasus kekerasan bermuatan Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA) dipandang tidak ada campurtangan pihak asing. Kekerasan tersebut dinilai murni kesalahan pemerintah.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Tantowi Yahya membantah jika kasus kekerasan bermuatan SARA yang saat ini marak terjadi berkaitan dengan campurtangan pihak asing di dalamnya.
Menurut kader dari Fraksi Golkar tersebut, kekerasan tersebut adalah murni karena ulah suatu kelompok dari pihak internal sendiri. Selain itu, kejadian tersebut dituding akibat dari kelalaian pemerintah.
“Saya tidak melihat kekerasan yang bermuatan SARA yang terjadi akhir akhir ini terjadi karena adanya campur tangan pihak asing. Ini semata gangguan keamanan yg disulut oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu, dan juga karen kekurangtegasan Pemerintah dlm penanggulangannya,“ kata Tantowi dalam pesan singkatnya kepada sindonews, Senin 27 Agustus 2012.
Menurut Tantowi, selama ini pemerintah masih lemah dalam mengantisipasi kejadian kejadian yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia tersebut. Pasalnya, pemerintah seakan akan tidak mempunyai keberanian untuk menindak para pelaku kekerasan tersebut.
“Apa yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tidak memberikan efek jera,“ tegasnya.
Tantowi menjelaskan, seharusnya pemerintah kedepannya harus dapat bertindak secara tegas dan profesional dalam menangani permasalahan tersebut. Jika tidak, tidak mustahil keadaan negara akan semakin kacau balau dan terjadi perpecahan.
“Pelaku kerusuhan atau kekerasan bermotif SARA harus diproses dan dihukum dengan berat. Apa yang mrk lakukan sudah menciderai kerukunan beragama yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia. Kalau ini dibiarkan konsep Indonesia sebagai negara plural menjadi dipertanyakan,“ tandasnya.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Tantowi Yahya membantah jika kasus kekerasan bermuatan SARA yang saat ini marak terjadi berkaitan dengan campurtangan pihak asing di dalamnya.
Menurut kader dari Fraksi Golkar tersebut, kekerasan tersebut adalah murni karena ulah suatu kelompok dari pihak internal sendiri. Selain itu, kejadian tersebut dituding akibat dari kelalaian pemerintah.
“Saya tidak melihat kekerasan yang bermuatan SARA yang terjadi akhir akhir ini terjadi karena adanya campur tangan pihak asing. Ini semata gangguan keamanan yg disulut oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu, dan juga karen kekurangtegasan Pemerintah dlm penanggulangannya,“ kata Tantowi dalam pesan singkatnya kepada sindonews, Senin 27 Agustus 2012.
Menurut Tantowi, selama ini pemerintah masih lemah dalam mengantisipasi kejadian kejadian yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia tersebut. Pasalnya, pemerintah seakan akan tidak mempunyai keberanian untuk menindak para pelaku kekerasan tersebut.
“Apa yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tidak memberikan efek jera,“ tegasnya.
Tantowi menjelaskan, seharusnya pemerintah kedepannya harus dapat bertindak secara tegas dan profesional dalam menangani permasalahan tersebut. Jika tidak, tidak mustahil keadaan negara akan semakin kacau balau dan terjadi perpecahan.
“Pelaku kerusuhan atau kekerasan bermotif SARA harus diproses dan dihukum dengan berat. Apa yang mrk lakukan sudah menciderai kerukunan beragama yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia. Kalau ini dibiarkan konsep Indonesia sebagai negara plural menjadi dipertanyakan,“ tandasnya.
(azh)