Kapolri jamin keamanan Sampang
Senin, 27 Agustus 2012 - 20:17 WIB
Kapolri jamin keamanan Sampang
A
A
A
Sindonews.com - Kapolri Timur Pradopo menjamin keamanan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pasca kerusuhan di Desa Omben yang menewaskan dua orang.
Hal itu diungkapkannya saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Agus Suhartono, dan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. "Sudah ada delapan orang saksi yang kita periksa. Kini situasinya sudah berjalan normal," katanya, Senin (27/8/2012).
Timur juga menambahkan, untuk memantau tindak lanjut dari puluhan pengungsi yang terpaksa mengungsi pasca kerusuhan, kapolri menyerahkan kebijakan tindak lanjut pemulihan kondisi pengungsi kepada pemerintah setempat.
"Kita akan serahkan kepada pemerintah setempat (Pemerintah Daerah)," katanya.
Saat dikonfirmasi apakah pimpinan kepolisian setempat harus bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut, Kapolri tak menjawabnya. Dia memastikan pihaknya bersama TNI masih berkonsentrasi pada pemulihan keamanan dan situasi kota sampang.
Seperti diberitakan, dalam kerusuhan tersebut, tercatat 37 rumah milik warga rusak, puluhan warga mengalami luka-luka dan dua orang warga meninggal dunia.
Sejauh ini pihak kepolisian belum menetapkan tersangka, hanya memeriksa 8 orang saksi.
Sebagai langkah lanjutan untuk menciptakan suasana yang tenang di wilayah Kabupaten Sampang-Madura pasca kerusuhan, Kapolri beserta rombongan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim di Gedung Grahadi Surabaya.
Hal itu diungkapkannya saat meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Agus Suhartono, dan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. "Sudah ada delapan orang saksi yang kita periksa. Kini situasinya sudah berjalan normal," katanya, Senin (27/8/2012).
Timur juga menambahkan, untuk memantau tindak lanjut dari puluhan pengungsi yang terpaksa mengungsi pasca kerusuhan, kapolri menyerahkan kebijakan tindak lanjut pemulihan kondisi pengungsi kepada pemerintah setempat.
"Kita akan serahkan kepada pemerintah setempat (Pemerintah Daerah)," katanya.
Saat dikonfirmasi apakah pimpinan kepolisian setempat harus bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut, Kapolri tak menjawabnya. Dia memastikan pihaknya bersama TNI masih berkonsentrasi pada pemulihan keamanan dan situasi kota sampang.
Seperti diberitakan, dalam kerusuhan tersebut, tercatat 37 rumah milik warga rusak, puluhan warga mengalami luka-luka dan dua orang warga meninggal dunia.
Sejauh ini pihak kepolisian belum menetapkan tersangka, hanya memeriksa 8 orang saksi.
Sebagai langkah lanjutan untuk menciptakan suasana yang tenang di wilayah Kabupaten Sampang-Madura pasca kerusuhan, Kapolri beserta rombongan akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim di Gedung Grahadi Surabaya.
(mhd)