Pemberian remisi beraroma korupsi

Selasa, 21 Agustus 2012 - 20:35 WIB
Pemberian remisi beraroma...
Pemberian remisi beraroma korupsi
A A A
Sindonews.com - Gerakan Indonesia Bersih (GIB) menenggarai sejak awal proses pengajuan dan persetujuan pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman para koruptor, sarat akan praktik dugaan korupsi.

Koordinator GIB Adhie M Massardi mengatakan, remisi merupakan hak bagi setiap narapidana (napi). Namun dia menilai, sesuai dengan Undang-Undang (UU) pemerintah memiliki hak untuk menentukan siapa saja yang layak diberikan remisi.

“Tapi karena korupsi merupakan kejahatan extra ordinary selain terrorisme dan narkoba, selayaknya tidak memperoleh remisi sampai batas waktu tertentu,” kata Adhie saat dihubungi, di Jakarta Selasa (21/8/12).

Menurutnya, dibalik pemberian remisi terhadap para napi memang memiliki kecenderungan terjadinya perilaku korup oknum lembaga pemasyarakatan. Dalam pandangannya, secara mekanisme pengajuan remisi semua berawal dari lapas dengan persetujuan/rekomendasi dari Kepala lapas.

Dia menduga, sejak awal proses pengajuannya bisa saja napi yang ingin mendapatkan pengurangan masa tahanan memberikan sejumlah uang. Atau sebaliknya petugas lapas yang mencari napi yang ingin mendapatkan remisi dan meminta tebusan.

“Jadi saya yakin, 99 persen remisi bagi koruptor ada biayanya, ada korupsinya, Kalau sudah begini upaya apapun untuk membatasi remisi bagi koruptor sia-sia. Sebab rezim yang menjaga lapas sendiri sudah terbelit korupsi,” tandasnya.

Dia menuturkan, sebelumnya dirinya tidak menyetujui adanya upaya pemerintah melalui Kemenkum HAM yang sering disuarakan Wamenkum HAM Denny Indrayana, untuk memperkatat remisi. Karena kata dia, dibalik itu semua ada kehendak satu pintu dari pemerintah yang menentukkan remisi.

Dia mencontohkan, pemberian remisi terpidana korupsi Mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Syaukani Hassan Rais bisa saja terjadi permainan anatara terpidana dan oknum di dalam lapas.

“Ini mememiliki kecenderungan korupsi dibalik pemberian remisi,” pungkasnya
(mhd)
Berita Terkait
207 Warga Binaan di...
207 Warga Binaan di Rutan Pangkep Terima Remisi Kemerdekaan
Sebanyak 13.851 Napi...
Sebanyak 13.851 Napi di Jatim Dapat Remisi Khusus Idul Fitri
Napi Kasus Asusila di...
Napi Kasus Asusila di Kota Parepare Dapat Remisi Bebas
7.577 Napi di Sumsel...
7.577 Napi di Sumsel akan Terima Remisi Kemerdekaan, 91 Langsung Bebas
61 Warga Binaan Rutan...
61 Warga Binaan Rutan Salatiga Terima Remisi Idulfitri, 2 Or Bebas
121.026 Narapidana Terima...
121.026 Narapidana Terima Remisi Khusus Lebaran, 550 Orang Langsung Bebas
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Infografis
Zelensky Tuding Perusahaan...
Zelensky Tuding Perusahaan AS Korupsi Bantuan Militer untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved