Pemuka agama boleh kampanye
Senin, 20 Agustus 2012 - 15:36 WIB
Pemuka agama boleh kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat mengaku tidak keberatan mengenai fenomena maraknya para pemuka agama yang melakukan upaya kampanye dalam kegiatan kegiatan ibadah.
Menurut Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, hal tersebut dikarenakan para pemuka agama tersebut belum tentu merupakan tim sukses dari salah satu pasangan calon. Dengan dasar itulah, kemudian tidak bisa dijadikan dasar untuk melarang para pemuka agama tersebut untuk berkampanye.
“Yang dilarang kan timsesnya. Jadi kita susah melarang pendukung yang bukan timses. Jadi kalau ada tokoh yang mau berkampanye tidak bisa kita halangi kalau dia ternyata bukan timses,“ kata Hayono saat acara silahturahmi di Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2012).
Hayono juga mengatakan, saat ini akan sangat sulit juga membedakan mana timses yang resmi atau bukan. Jadi, lanjut Hayono, itu merupakan suatu kendala tersendiri dalam menangani masalah tersebut.
“Sekarang itu kan ada timses yang resmi dan juga banyak yang tidak resmi. Kan sekarang banyak timses yang tidak resmi bagaimana kita menghalanginya,“ jelasnya.
Hayono pun kemudian juga mengatakan, agar timses resmi tersebut tidak masuk ke dalam tempat tempat ibadah. Hal tersebut dikarenakan jelas dalam peraturan tempat ibadah harus steril dari upaya kampanye.
“Ya sekarang kita menghimbau terutama di tempat ibadah jangan dipampang karena itu tempat yang netral,“ imbuhnya.
Menurut Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, hal tersebut dikarenakan para pemuka agama tersebut belum tentu merupakan tim sukses dari salah satu pasangan calon. Dengan dasar itulah, kemudian tidak bisa dijadikan dasar untuk melarang para pemuka agama tersebut untuk berkampanye.
“Yang dilarang kan timsesnya. Jadi kita susah melarang pendukung yang bukan timses. Jadi kalau ada tokoh yang mau berkampanye tidak bisa kita halangi kalau dia ternyata bukan timses,“ kata Hayono saat acara silahturahmi di Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2012).
Hayono juga mengatakan, saat ini akan sangat sulit juga membedakan mana timses yang resmi atau bukan. Jadi, lanjut Hayono, itu merupakan suatu kendala tersendiri dalam menangani masalah tersebut.
“Sekarang itu kan ada timses yang resmi dan juga banyak yang tidak resmi. Kan sekarang banyak timses yang tidak resmi bagaimana kita menghalanginya,“ jelasnya.
Hayono pun kemudian juga mengatakan, agar timses resmi tersebut tidak masuk ke dalam tempat tempat ibadah. Hal tersebut dikarenakan jelas dalam peraturan tempat ibadah harus steril dari upaya kampanye.
“Ya sekarang kita menghimbau terutama di tempat ibadah jangan dipampang karena itu tempat yang netral,“ imbuhnya.
(azh)