Demokrat Sayangkan Masa Kampanye Pemilu 2024 Dipotong 30 Hari
Senin, 30 Mei 2022 - 21:20 WIB
loading...
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyayangkan langkah KPU dan pemerintah yang menyepakati masa kampanye Pemilu 2024 dikurangi 30 hari. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat , Herzaky Mahendra Putra menyayangkan langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah yang menyepakati masa kampanye Pemilu 2024 dikurangi 30 hari menjadi 90 hari dari sebelumnya 120 hari.
Herzaky mengungkapkan dengan waktu masa kampanye yang dikurangi satu bulan tersebut maka kesempatan bagi masyarakat untuk mendalami program calon pemimpin baru mereka akan terbatas. "Pemilu 2024 ini kan milik rakyat. Pesta demokrasi. Ajang perwujudan kedaulatan rakyat, momentum bagi rakyat untuk menyalurkan harapan dan aspirasinya, dengan memilih pemimpin nasional yang baru," ujar Herzaky, Senin (30/5/2022).
Menurutnya, Pemilu 2024 akan menjadi pertaruhan bagi demokrasi Indonesia, apakah akan melangkah maju, atau malah semakin merangkak mundur seperti beberapa tahun terakhir. "Pemilu ini momentum yang sangat penting untuk bangsa dan negara ini. Apalagi, pascapandemi, harapan rakyat, kondisi negeri ini bisa segera membaik. Bukan malah stagnan. Ada perubahan dan perbaikan yang diharapkan oleh rakyat," kata Herzaky.
Baca juga: Jokowi Minta KPU Pakai Logistik Pemilu Produk Dalam Negeri
Tahapan pemilu, kata Herzaky, menjadi krusial karena terkait memberikan ruang kepada rakyat agar benar-benar dapat mengenal dan mengetahui, seperti apa sosok calon pemimpin nasional ke depannya. "Apa visi misi, gagasan besar para calon pemimpin nasional, dan apa yang akan mereka lakukan untuk memperjuangkan perubahan demi masa depan yang lebih baik di negeri ini," tuturnya.
Herzaky mengungkapkan dengan waktu masa kampanye yang dikurangi satu bulan tersebut maka kesempatan bagi masyarakat untuk mendalami program calon pemimpin baru mereka akan terbatas. "Pemilu 2024 ini kan milik rakyat. Pesta demokrasi. Ajang perwujudan kedaulatan rakyat, momentum bagi rakyat untuk menyalurkan harapan dan aspirasinya, dengan memilih pemimpin nasional yang baru," ujar Herzaky, Senin (30/5/2022).
Menurutnya, Pemilu 2024 akan menjadi pertaruhan bagi demokrasi Indonesia, apakah akan melangkah maju, atau malah semakin merangkak mundur seperti beberapa tahun terakhir. "Pemilu ini momentum yang sangat penting untuk bangsa dan negara ini. Apalagi, pascapandemi, harapan rakyat, kondisi negeri ini bisa segera membaik. Bukan malah stagnan. Ada perubahan dan perbaikan yang diharapkan oleh rakyat," kata Herzaky.
Baca juga: Jokowi Minta KPU Pakai Logistik Pemilu Produk Dalam Negeri
Tahapan pemilu, kata Herzaky, menjadi krusial karena terkait memberikan ruang kepada rakyat agar benar-benar dapat mengenal dan mengetahui, seperti apa sosok calon pemimpin nasional ke depannya. "Apa visi misi, gagasan besar para calon pemimpin nasional, dan apa yang akan mereka lakukan untuk memperjuangkan perubahan demi masa depan yang lebih baik di negeri ini," tuturnya.
Lihat Juga :