Hasil survei jangan pengaruhi opini publik
Kamis, 16 Agustus 2012 - 09:56 WIB
Hasil survei jangan pengaruhi opini publik
A
A
A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kembali menegaskan sikapnya menanggapi hasil survei terbaru Jaringan Survei Indonesia (JSI) yang menyebutkan bahwa parpol pimpinan Wiranto itu diprediksi tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2014.
Ketua DPP Partai Hanura Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengaku pihaknya menghormati hasil survei yang objektif, apa pun hasilnya, sepanjang tidak untuk membangun opini publik demi pencitraan kekuatan politik tertentu. Karena itu, data yang dipublikasikan diharapkan benar-benar valid, bukan rekayasa atau fiktif.
“Sah-sah saja hasil survei sebagai benchmark, tapi tentu bukan sebagai hal yang dapat memengaruhi opini publik dalam menentukan pilihannya. Kami sendiri tidak sepenuhnya menjadikan hasil survei sebagai hal yang absolut,” tegas perempuan yang biasa dipanggil dengan sapaan Nuning ini di Jakarta, Rabu 15 Agustus 2012.
Dia juga mengingatkan, Hanura sangat peduli untuk mengkritisi variabel penentu dalam riset, metode, responden, dan faktor lainnya. Pengolahan analisisnya pun harus terintegrasi. Berdasarkan hasil survei terbaru JSI 17–21 Juli lalu, diprediksi Hanura tidak lolos ke parlemen karena hanya memperoleh 0,5 persen suara dari 21 parpol yang diperkirakan menjadi peserta Pemilu 2014. JSI juga merilis, jika pilpres digelar sekarang, Wiranto hanya berada di posisi kesembilan dengan 2,5 persen suara.
Direktur Eksekutif JSI Widdi Aswindi menyatakan, partai tidak perlu merespons terlalu negatif hasil-hasil survei. Yang perlu dilakukan parpol, kata dia, adalah mewaspadai turunnya partisipasi pemilih. "Konsekuensinya, partai yang mengandalkan pencitraan, bukan basis dan kader, akan mengalami penurunan," tandasnya.
Ketua DPP Partai Hanura Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengaku pihaknya menghormati hasil survei yang objektif, apa pun hasilnya, sepanjang tidak untuk membangun opini publik demi pencitraan kekuatan politik tertentu. Karena itu, data yang dipublikasikan diharapkan benar-benar valid, bukan rekayasa atau fiktif.
“Sah-sah saja hasil survei sebagai benchmark, tapi tentu bukan sebagai hal yang dapat memengaruhi opini publik dalam menentukan pilihannya. Kami sendiri tidak sepenuhnya menjadikan hasil survei sebagai hal yang absolut,” tegas perempuan yang biasa dipanggil dengan sapaan Nuning ini di Jakarta, Rabu 15 Agustus 2012.
Dia juga mengingatkan, Hanura sangat peduli untuk mengkritisi variabel penentu dalam riset, metode, responden, dan faktor lainnya. Pengolahan analisisnya pun harus terintegrasi. Berdasarkan hasil survei terbaru JSI 17–21 Juli lalu, diprediksi Hanura tidak lolos ke parlemen karena hanya memperoleh 0,5 persen suara dari 21 parpol yang diperkirakan menjadi peserta Pemilu 2014. JSI juga merilis, jika pilpres digelar sekarang, Wiranto hanya berada di posisi kesembilan dengan 2,5 persen suara.
Direktur Eksekutif JSI Widdi Aswindi menyatakan, partai tidak perlu merespons terlalu negatif hasil-hasil survei. Yang perlu dilakukan parpol, kata dia, adalah mewaspadai turunnya partisipasi pemilih. "Konsekuensinya, partai yang mengandalkan pencitraan, bukan basis dan kader, akan mengalami penurunan," tandasnya.
(mhd)