Kemhan prioritaskan 4 aspek pengamanan perbatasan
Rabu, 15 Agustus 2012 - 18:04 WIB
Kemhan prioritaskan 4 aspek pengamanan perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan memprioritaskan pembangunan empat aspek sarana prasarana (sarpras) di perbatasan untuk memerkuat pertahanan, yakni instalasi listrik, air, pos penjagaan, dan alat komunikasi. Keempatnya ditargetkan selesai diwujudkan pada 2014 mendatang dengan menggandeng sejumlah kementerian.
Pembangunan perbatasan ini menjadi salah satu bahasan dalam rapat antara Polhukam bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden menegaskan pembangunan di perbatasan harus meliputi aspek pertahanan dan kesejahteraan. Sarana dan prasarana keduanya harus terintegrasi.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa pembangunan sarana dan prasarana di perbatasan. "Dari kementerian pertahanan ada, dan dari Mabes TNI ada sendiri programnya," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Dia menyebut, pihaknya sudah membagikan 600 solar cel untuk pengamanan perbatasan (pamtas) di pulau-pulau terluar, terkecil, dan pamtas di darat. Solar cell ini dukungan dari Kementerian ESDM. "Memang tidak seperti panel surya, tapi itu cukup membantu kegiatan yang butuh penerangan," terangnya.
Selain itu, sudah dibangun dua sarana air bersih masing-masing di Miangas dan Dana Rote. Sekarang ini sudah direncanakan untuk membangun di 10 pulau lagi, kerja sama dengan Kementerian PDT. Jika 10 sarana itu terwujud, maka genap 12 pulau terluar memiliki sarana air bersih.
"Untuk pamtas darat, dilakukan survei geologi kerja sama dengan Kementerian ESDM untuk potensi air sumur bor," sebutnya.
Adapun untuk pos perbatasan, Kementerian Pertahanan memprioritaskan pembangunan di wilayah Kodam Tanjung Pura dan Kodam Udayana. Sedangkan untuk alat komunikasi, sekarang ini sedang diproduksi.
"Berbicara perbatasan, ada empat yang harus dipenuhi, yaitu listrik, air bersih, pos penjagaan, dan alkom. Kita upayakan selesai 2014," pungkasnya.
Sementara itu, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono menuturkan, perbatasan menjadi program prioritas Mabes TNI. Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan di darat, yakni di Kalimantan (berbatasan dengan Malaysia), Papua (berbatasan dengan PNG), dan Timor (berbatasan dengan Timor Leste).
Among menyebut, pembangun pos penjagaan menjadi prioritas untuk diwujudkan. "Karena ini akan diawaki sepanjang tahun, maka sifatnya dibangun permanen. Mabes TNI juga akan melengkapi hal-hal yang masih kurang. Mabes TNI punya program menerangi seluruh pos perbatasan, namun karena anggaran terbatas sementara jumlah pos sangat banyak, maka sejauh ini baru terealisasi untuk pos pernjagaan di Kalimantan. Tahun depan rencananya di Papua dan selanjutnya di Timor," tambahnya.
Pembangunan perbatasan ini menjadi salah satu bahasan dalam rapat antara Polhukam bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI beberapa waktu lalu. Saat itu, Presiden menegaskan pembangunan di perbatasan harus meliputi aspek pertahanan dan kesejahteraan. Sarana dan prasarana keduanya harus terintegrasi.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa pembangunan sarana dan prasarana di perbatasan. "Dari kementerian pertahanan ada, dan dari Mabes TNI ada sendiri programnya," katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Dia menyebut, pihaknya sudah membagikan 600 solar cel untuk pengamanan perbatasan (pamtas) di pulau-pulau terluar, terkecil, dan pamtas di darat. Solar cell ini dukungan dari Kementerian ESDM. "Memang tidak seperti panel surya, tapi itu cukup membantu kegiatan yang butuh penerangan," terangnya.
Selain itu, sudah dibangun dua sarana air bersih masing-masing di Miangas dan Dana Rote. Sekarang ini sudah direncanakan untuk membangun di 10 pulau lagi, kerja sama dengan Kementerian PDT. Jika 10 sarana itu terwujud, maka genap 12 pulau terluar memiliki sarana air bersih.
"Untuk pamtas darat, dilakukan survei geologi kerja sama dengan Kementerian ESDM untuk potensi air sumur bor," sebutnya.
Adapun untuk pos perbatasan, Kementerian Pertahanan memprioritaskan pembangunan di wilayah Kodam Tanjung Pura dan Kodam Udayana. Sedangkan untuk alat komunikasi, sekarang ini sedang diproduksi.
"Berbicara perbatasan, ada empat yang harus dipenuhi, yaitu listrik, air bersih, pos penjagaan, dan alkom. Kita upayakan selesai 2014," pungkasnya.
Sementara itu, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono menuturkan, perbatasan menjadi program prioritas Mabes TNI. Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan di darat, yakni di Kalimantan (berbatasan dengan Malaysia), Papua (berbatasan dengan PNG), dan Timor (berbatasan dengan Timor Leste).
Among menyebut, pembangun pos penjagaan menjadi prioritas untuk diwujudkan. "Karena ini akan diawaki sepanjang tahun, maka sifatnya dibangun permanen. Mabes TNI juga akan melengkapi hal-hal yang masih kurang. Mabes TNI punya program menerangi seluruh pos perbatasan, namun karena anggaran terbatas sementara jumlah pos sangat banyak, maka sejauh ini baru terealisasi untuk pos pernjagaan di Kalimantan. Tahun depan rencananya di Papua dan selanjutnya di Timor," tambahnya.
(san)