Korupsi ganggu reformasi DPR
Rabu, 15 Agustus 2012 - 14:15 WIB
Korupsi ganggu reformasi DPR
A
A
A
Sindonews.com - Anggota dewan yang melakukan korupsi, sama saja telah mencederai kepercayaan hati rakyat yang telah memilihnya menjadi anggota dewan di DPR untuk perwakilan daerahnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPR Marzuki Alie, melalui rilis yang diterima oleh wartawan, di Jakarta, Rabu (15/8/201).
Marzuki menjelaskan, DPR sebagai bagian dari lembaga negara yang keberadaannya diatur dalam konstitusi mempunyai peran besar di dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Tetapi dalam usia kemerdekaan yang ke-67, terutama pada HUT MPR/DPR-RI ke-67 pada 29 Agustus 2012 mendatang, patut disayangkan peran besar tersebut telah ternodai oleh ulah sebagian oknum yang telah mencederai perasaan rakyat, dengan tindakan korup yang merugikan kepentingan rakyat dan telah mencoreng DPR sebagai lembaga terhormat.
"Hasil survei dari beberapa lembaga survei yang cukup kredibel, tahun ini DPR dicitrakan sebagai lembaga korup. Walaupun citra tersebut merupakan persepsi publik karena pemberitaan media yang sedemikian masif dimana oknum anggota DPR terjebak dalam kasus korupsi, namun hal ini sangat mengganggu usaha DPR untuk mereformasi dirinya menjadi lembaga yang kredibel dan dipercaya oleh masyarakat," kata Politikus Partai Demokrat itu.
Dia melanjutkan, sebenarnya banyak langkah perbaikan yang sudah dilakukan dalam mencapai visi DPR menjadi lembaga yang amanah sejalan dengan Renstra DPR 2010-2014. Namun, semua itu seolah hilang lenyap dari berita yang muncul hanya suara negatif tentang DPR.
Menyikapi situasi ini, Marzuki menegaskan, maka momentum Kemerdekaan RI yang ke-67 tahun 2012 dan HUT MPR/DPR ke 67 tahun 2012 hendaklah mampu dimaknai oleh semua anggota DPR beserta seluruh sistem pendukungnya dalam lingkungan Sekretariat Jenderal DPR untuk mawas diri, meningkatkan disiplin dan lebih peduli terhadap kepentingan rakyat, serta lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, daripada hiruk-pikuk mencari panggung politik untuk kepentingan pencitraan dan golongan.
"Sudah banyak kemajuan yang kami capai dalam rangka reformasi Kesekjenan DPR, sejalan dengan Renstra DPR 2010-2014, untuk keseimbangan berita-berita yang mencitrakan negatif terhadap DPR," terangnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPR Marzuki Alie, melalui rilis yang diterima oleh wartawan, di Jakarta, Rabu (15/8/201).
Marzuki menjelaskan, DPR sebagai bagian dari lembaga negara yang keberadaannya diatur dalam konstitusi mempunyai peran besar di dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Tetapi dalam usia kemerdekaan yang ke-67, terutama pada HUT MPR/DPR-RI ke-67 pada 29 Agustus 2012 mendatang, patut disayangkan peran besar tersebut telah ternodai oleh ulah sebagian oknum yang telah mencederai perasaan rakyat, dengan tindakan korup yang merugikan kepentingan rakyat dan telah mencoreng DPR sebagai lembaga terhormat.
"Hasil survei dari beberapa lembaga survei yang cukup kredibel, tahun ini DPR dicitrakan sebagai lembaga korup. Walaupun citra tersebut merupakan persepsi publik karena pemberitaan media yang sedemikian masif dimana oknum anggota DPR terjebak dalam kasus korupsi, namun hal ini sangat mengganggu usaha DPR untuk mereformasi dirinya menjadi lembaga yang kredibel dan dipercaya oleh masyarakat," kata Politikus Partai Demokrat itu.
Dia melanjutkan, sebenarnya banyak langkah perbaikan yang sudah dilakukan dalam mencapai visi DPR menjadi lembaga yang amanah sejalan dengan Renstra DPR 2010-2014. Namun, semua itu seolah hilang lenyap dari berita yang muncul hanya suara negatif tentang DPR.
Menyikapi situasi ini, Marzuki menegaskan, maka momentum Kemerdekaan RI yang ke-67 tahun 2012 dan HUT MPR/DPR ke 67 tahun 2012 hendaklah mampu dimaknai oleh semua anggota DPR beserta seluruh sistem pendukungnya dalam lingkungan Sekretariat Jenderal DPR untuk mawas diri, meningkatkan disiplin dan lebih peduli terhadap kepentingan rakyat, serta lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, daripada hiruk-pikuk mencari panggung politik untuk kepentingan pencitraan dan golongan.
"Sudah banyak kemajuan yang kami capai dalam rangka reformasi Kesekjenan DPR, sejalan dengan Renstra DPR 2010-2014, untuk keseimbangan berita-berita yang mencitrakan negatif terhadap DPR," terangnya.
(mhd)