Atasi bencana asap, BNPB & BPPT gelar hujan buatan
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:17 WIB
Atasi bencana asap, BNPB & BPPT gelar hujan buatan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar operasi hujan buatan selama 40 hari untuk mengatasi bencana asap, akibat kebakaran lahan, dan hutan di Sumatera.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, operasi hujan buatan itu nantinya akan menggunakan dua buah pesawat jenis Cassa 212 yang akan diterbangkan dari bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.
"Pada 28 Agustus 2012, BNPB juga akan mengerahkan dua helikopter yang dilengkapi bambi-bucket untuk pemboman air dari udara pada titik api. Operasi helikopter ini khusus dilakukan untuk pengamanan PON pada September mendatang," katanya melalui siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mencadangkan dana sebesar Rp12 miliar untuk melakukan opsi pertama operasi hujan buatan itu. Dari situ, diharapkan penyelenggaraan PON akan terbebas dari bencana asap, sebagai akibat dari kebakaran lahan dan hutan.
Menurutnya, asap kebakaran lahan dan hutan di beberapa tempat telah mengganggu masyarakat di beberapa wilayah di Sumatera. "Hari ini, jarang pandang pada pagi hari di Jambi hanya 300 meter, sedangkan siang hari mencapai 800 meter. Hotspot juga cukup merata terjadi di beberapa tempat," ujarnya.
Lebih lanjut Sutopo menyatakan, puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus hingga September 2012 ini, ikut mempengaruhi jumlah perkiraan hotspot di Indonesia, karena kebakaran lahan dan hutan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, operasi hujan buatan itu nantinya akan menggunakan dua buah pesawat jenis Cassa 212 yang akan diterbangkan dari bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.
"Pada 28 Agustus 2012, BNPB juga akan mengerahkan dua helikopter yang dilengkapi bambi-bucket untuk pemboman air dari udara pada titik api. Operasi helikopter ini khusus dilakukan untuk pengamanan PON pada September mendatang," katanya melalui siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mencadangkan dana sebesar Rp12 miliar untuk melakukan opsi pertama operasi hujan buatan itu. Dari situ, diharapkan penyelenggaraan PON akan terbebas dari bencana asap, sebagai akibat dari kebakaran lahan dan hutan.
Menurutnya, asap kebakaran lahan dan hutan di beberapa tempat telah mengganggu masyarakat di beberapa wilayah di Sumatera. "Hari ini, jarang pandang pada pagi hari di Jambi hanya 300 meter, sedangkan siang hari mencapai 800 meter. Hotspot juga cukup merata terjadi di beberapa tempat," ujarnya.
Lebih lanjut Sutopo menyatakan, puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus hingga September 2012 ini, ikut mempengaruhi jumlah perkiraan hotspot di Indonesia, karena kebakaran lahan dan hutan.
(lil)