Ternyata, Agus Condro favoritkan Miranda
Kamis, 09 Agustus 2012 - 13:39 WIB
Ternyata, Agus Condro favoritkan Miranda
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kesaksiannya di sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Miranda S Goeltom, terungkap kalau sebenarnya Miranda adalah calon favorit Agus Condro. Bahkan di persidangan, Agus Condro mengaku akan tetap memilih Miranda meski tidak diberi uang.
Di persidangan, mantan anggota DPR RI Komisi IX periode 1999-2004 ini mengaku Miranda S Gultom adalah calon paling mumpuni dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
"Saya memilih Ibu Miranda Goeltom. Karena yang saya lihat, Ibu Miranda Goeltom yang paling mumpuni. Tanpa dikasih uangpun saya akan memilih Ibu Miranda," katanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
Selain karena kredibilitas Miranda, Agus memilih Miranda karena memang sudah diinstruksikan dari partai. Ditambah lagi, di antara tiga calon Deputi Gubernur Senior BI, yang paling menonjol adalah Miranda.
Sebelumnya, Agus mengaku menerima cek sebanyak 10 lembar dengan nilai sebesar Rp50 juta per lembarnya. Cek tersebut dia terima sehari setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004 lalu.
Selain Agus, teman-temannya sesama anggota Komisi IX dari PDI-P saat itu, diakui juga menerima cek tersebut dengan jumlah yang sama.
Miranda sendiri menjadi tersangka bersama Nunun Nurbaeti dalam kasus korupsi pemberian cek pelawat ke puluhan mantan anggota DPR periode 1999-2004, dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.
Di persidangan, mantan anggota DPR RI Komisi IX periode 1999-2004 ini mengaku Miranda S Gultom adalah calon paling mumpuni dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
"Saya memilih Ibu Miranda Goeltom. Karena yang saya lihat, Ibu Miranda Goeltom yang paling mumpuni. Tanpa dikasih uangpun saya akan memilih Ibu Miranda," katanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2012).
Selain karena kredibilitas Miranda, Agus memilih Miranda karena memang sudah diinstruksikan dari partai. Ditambah lagi, di antara tiga calon Deputi Gubernur Senior BI, yang paling menonjol adalah Miranda.
Sebelumnya, Agus mengaku menerima cek sebanyak 10 lembar dengan nilai sebesar Rp50 juta per lembarnya. Cek tersebut dia terima sehari setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004 lalu.
Selain Agus, teman-temannya sesama anggota Komisi IX dari PDI-P saat itu, diakui juga menerima cek tersebut dengan jumlah yang sama.
Miranda sendiri menjadi tersangka bersama Nunun Nurbaeti dalam kasus korupsi pemberian cek pelawat ke puluhan mantan anggota DPR periode 1999-2004, dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.
(ysw)