MPR tuntaskan pedoman empat pilar bangsa

Kamis, 09 Agustus 2012 - 06:56 WIB
MPR tuntaskan pedoman...
MPR tuntaskan pedoman empat pilar bangsa
A A A
Sindonews.com - Sosialisasi empat pilar bangsa sangat diperlukan agar masyarakat memahami tentang esensi empat pilar dalam berbangsa, khususnya materi tentang Pancasila.

Karena itulah, Tim Kerja Sosialisasi MPR yang beranggotakan 35 orang berhasil menyusun buku materi Empat Pilar Berbangsa.

“Pembahasan dan pendalaman tentang materi empat pilar ini dilakukan selama 13 bulan dan melibatkan para pakar, seperti Syafii Ma’arif, Yudhi Latief, Bachtiar Effendi, Bambang Noorsena, Lemhannas,” ungkap Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi MPR dan Sekretaris Fraksi PDIP MPR Achmad Basarah di Gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin.

Basarah mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Ketua MPR Taufiq Kiemas, anggota Tim Kerja Sosialisasi MPR ini telah membuktikan bahwa demokrasi dengan jalan musyawarah untuk mufakat dapat ditempuh.

Itulah yang kemudian berbagai keputusan penting materi buku panduan tersebut telah diputuskan tanpa satu pun menempuh jalan voting.

“Buku panduan tersebut akan diluncurkan pertama kali oleh pimpinan MPR pada 30 Agustus 2012, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-67 MPR. Kami berharap buku panduan tersebut akan menjadi bahan bacaan dan referensi bagi segenap anggota MPR dalam melaksanakan kegiatan sosialisasinya,”ujarnya.

Di samping itu, buku panduan tersebut juga dapat menjadi rujukan dan referensi bagi masyarakat luas untuk memahami lebih jauh tentang esensi empat pilar berbangsa khususnya materi tentang Pancasila.

“Setelah dihapuskannya Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), maka buku panduan ini menjadi satu-satunya dokumen resmi tentang Pancasila yang dikeluarkan atas nama lembaga negara di era reformasi,” paparnya.

Sekretaris FPDIP di MPR itu mengatakan, tahapan kegiatan sosialisasi MPR ini pun diharapkan sudah dapat ditingkatkan untuk memasuki fase pembudayaan dan pembentukan karakter bangsa.

Hal ini seiring dengan telah dimasukkannya kembali mata pelajaran Pancasila sebagai mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan nasional mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

“Mengingat pentingnya kegiatan sosialisasi MPR ini dalam rangka pembentukan mental ideologi bangsa, maka diharapkan dukungan dan partisipasi semua pihak khususnya pemerintah selaku executing policy kebijakan negara agar berbagai kebijakan pembangunan nasional selaras dengan nilai-nilai empat pilar berbangsa,” pungkasnya.

Ketua MPR Taufiq Kiemas mengapresiasi keseriusan tim dalam menyelesaikan buku panduan tersebut. Dia berharap buku itu bisa menjadi acuan ideologis penyelenggara negara dalam berbagai kebijakan.
(lns)
Berita Terkait
Berebut Kursi Pimpinan...
Berebut Kursi Pimpinan MPR, Sejumlah Nama Bermunculan
Riwayat Pendidikan Pimpinan...
Riwayat Pendidikan Pimpinan MPR RI Periode 2019-2024, Lulusan Kampus Mana Saja?
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Desak Copot Sri Mulyani...
Desak Copot Sri Mulyani dan Minta Anggaran Naik, Apa Tugas MPR?
Ahmad Muzani Resmi Jabat...
Ahmad Muzani Resmi Jabat Ketua MPR RI Periode 2024-2029
MPR RI Nonaktifkan Dewan...
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik
Berita Terkini
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
20 Perwira Perkuat Polda...
20 Perwira Perkuat Polda Metro usai Dimutasi Kapolri, Ini Namanya
Kejagung Sangkal Febrie...
Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved