Demokrat tolak dikaitkan dengan kasus Hartati
Rabu, 08 Agustus 2012 - 17:18 WIB
Demokrat tolak dikaitkan dengan kasus Hartati
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Hartati Murdaya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Tengah). Namun Demokrat menolak kasus Hartati dikaitkan dengan partai.
Anggota Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir mengatakan, kasus yang membelit Hartati Murdaya tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Pasalnya kasus Hartati murni bisnis pribadi, dan bukan partai.
"Wah itu eggak ada urusan dengan partai," ujar Mirwan di Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Secara otomatis jika kader Demokrat menjadi tersangka akan dinonaktifkan dari kepengurusan partai. Namun khusus untuk Hartati, hal itu tidak ada kaitannya dengan partai, pasalnya dia pengusaha tulen.
"Kalau memang tersangka ya seperti biasanya. Ya dari kepengurusan mungkin ya. Tapi yang benar itu enggak ada urusan dia dengan partai, dia pengusaha, konglomerat," terangnya.
Ditanya apakah Hartati mempunyai peran vital dalam Partai Demokrat, khususnya terkait pendanaan partai? Mirwan membantah. "Enggak lah," tukasnya.
Anggota Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir mengatakan, kasus yang membelit Hartati Murdaya tidak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Pasalnya kasus Hartati murni bisnis pribadi, dan bukan partai.
"Wah itu eggak ada urusan dengan partai," ujar Mirwan di Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Secara otomatis jika kader Demokrat menjadi tersangka akan dinonaktifkan dari kepengurusan partai. Namun khusus untuk Hartati, hal itu tidak ada kaitannya dengan partai, pasalnya dia pengusaha tulen.
"Kalau memang tersangka ya seperti biasanya. Ya dari kepengurusan mungkin ya. Tapi yang benar itu enggak ada urusan dia dengan partai, dia pengusaha, konglomerat," terangnya.
Ditanya apakah Hartati mempunyai peran vital dalam Partai Demokrat, khususnya terkait pendanaan partai? Mirwan membantah. "Enggak lah," tukasnya.
(san)