Rektor terpilih harus siap mundur
Rabu, 08 Agustus 2012 - 09:32 WIB
Rektor terpilih harus siap mundur
A
A
A
Sindonews.com - Universitas Indonesia (UI) segera menggelar pemilihan rektor untuk menggantikan Gumilar Rusliwa Somantri yang masa jabatannya habis pada 14 Agustus mendatang. Proses pendaftaran akan dibuka pada 8-31 Agustus 2012 mendatang.
Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI Endriartono Sutarto mengatakan, rektor terpilih harus siap dievaluasi setiap tahun dan bersedia mundur jika oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dinilai tak sanggup memenuhi tanggung jawabnya.
“Calon rektor harus menandatangani surat kesanggupan yang berkomitmen bekerja penuh waktu dan apabila MWA menilainya tidak sanggup memenuhi tanggung jawabnya, bersedia untuk mundur atau menerima untuk diberhentikan,” kata Endriartono dalam konferensi pers di ruang VVIP Perpustakaan UI Depok, Selasa 7 Agustus 2012.
Menurut dia, rektor terpilih nanti mempunyai jaringan yang luas, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. “Dia harus mampu membawa UI menjadi world class university,” kata mantan Panglima TNI tersebut.
Dia berharap siapa saja yang mempunyai kemampuan untuk mendaftarkan diri menjadi calon rektor UI agar bisa membawa kampus kuning tersebut menjadi semakin disegani dunia internasional.
Calon rektor, katanya, diwajibkan menyerahkan makalah yang menguraikan tentang motivasi calon untuk menjadi rektor serta pemikirannya mengenai rencana strategis dan program kerjanya berdasarkan visi, misi, kebijakan umum dan pokok-pokok pengembangan jangka panjang universitas.
Sebelumnya Mendikbud M Nuh menyebut beberapa nama yakni Staf Ahli Bidang Hukum Mendikbud Anna Erliana, Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso, dan Wamendikbud Musliar Kasim.
Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI Endriartono Sutarto mengatakan, rektor terpilih harus siap dievaluasi setiap tahun dan bersedia mundur jika oleh Majelis Wali Amanat (MWA) dinilai tak sanggup memenuhi tanggung jawabnya.
“Calon rektor harus menandatangani surat kesanggupan yang berkomitmen bekerja penuh waktu dan apabila MWA menilainya tidak sanggup memenuhi tanggung jawabnya, bersedia untuk mundur atau menerima untuk diberhentikan,” kata Endriartono dalam konferensi pers di ruang VVIP Perpustakaan UI Depok, Selasa 7 Agustus 2012.
Menurut dia, rektor terpilih nanti mempunyai jaringan yang luas, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. “Dia harus mampu membawa UI menjadi world class university,” kata mantan Panglima TNI tersebut.
Dia berharap siapa saja yang mempunyai kemampuan untuk mendaftarkan diri menjadi calon rektor UI agar bisa membawa kampus kuning tersebut menjadi semakin disegani dunia internasional.
Calon rektor, katanya, diwajibkan menyerahkan makalah yang menguraikan tentang motivasi calon untuk menjadi rektor serta pemikirannya mengenai rencana strategis dan program kerjanya berdasarkan visi, misi, kebijakan umum dan pokok-pokok pengembangan jangka panjang universitas.
Sebelumnya Mendikbud M Nuh menyebut beberapa nama yakni Staf Ahli Bidang Hukum Mendikbud Anna Erliana, Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso, dan Wamendikbud Musliar Kasim.
(lil)