Demokrat yakin menang Pemilu
Rabu, 08 Agustus 2012 - 05:59 WIB
Demokrat yakin menang Pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Meski kerap diterpa masalah kader yang tersangkut kasus korupsi, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum optimistis kembali meraih kemenangan di Pemilu 2014 mendatang.
Menurut dia, hasil survei yang dilansir salah satu koran nasional menempatkan Demokrat di posisi teratas dalam hal ketokohan, penonjolan program kerja, serta paling tanggap terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.
Hasil itu dianggap sebagai awal kebangkitan untuk menjadi partai pemenang pemilu. ”Kami optimistis pada 2014 insya Allah menjadi pemegang medali emas. Partai Demokrat ingin menjaga medali emas,” ungkap Anas seusai berbuka bersama dengan kader Demokrat di Purwokerto, Jawa tengah, kemarin.
Anas mengakui hasil survei tersebut berbeda dengan hasil survei dua bulan lalu saat Partai Demokrat tengah diterpa sejumlah kasus korupsi.
Namun, dia menilai hasil survei tidak bisa dijadikan gambaran hasil pemilu yang sebenarnya karena hanya berupa gambaran fenomena sesaat.
”Hasil survei hanya gambaran fenomena sesaat, bukan hasil pemilu sebenarnya sehingga tidak bisa jadi gambaran,” ujarnya.
Di hadapan kader Demokrat Purwokerto, Anas menyampaikan tujuan safari Ramadan, salah satunya ingin memastikan jajaran Partai Demokrat di daerah tetap solid dan bersatu menghadapi Pemilu 2014 mendatang.
Untuk itu, dia menekankan seluruh kader Demokrat untuk bekerja keras serta memastikan roda organisasi berjalan dengan baik.
”Seluruh kader harus bekerja keras. Jangan sampai ada satu jengkal pun tanah di Jawa Tengah ini yang tidak terpasang bendera Demokrat pada 2014,” tegasnya.
Anas menjelaskan, pihaknya optimistis dapat merengkuh suara terbanyak pada pemilu mendatang. Apalagi partainya diklaim sebagai partai yang di dalamnya diisi kader yang siap bekerja dalam situasi apa pun.
Namun, dia tetap menginstruksikan agar kader Demokrat terus bekerja keras dimulai sejak sekarang karena waktu menghadapi pemilu sudah makin dekat.
”Hanya partai yang mau bekerja keraslah yang punya masa depan.Partai kita diisi kader yang siap bekerja dalam situasi apa pun,” ucapnya.
Pendaftaran pencalonan anggota peserta pemilu, lanjut Anas, tinggal delapan bulan. Karena itu, dia mengingatkan kader partai yang dipimpinnya bahwa pada Agustus 2013 mulai keluar daftar calon tetap dari KPU sehingga tidak ada banyak waktu untuk bersantai.
"Jadi tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Kerja keras harus dimulai dari sekarang. Jangan sampai menunggu tiga bulan atau setahun lagi karena itulah energi positif bagi kita untuk menang di 2014,” tuturnya.
Di samping itu, Anas berpesan agar selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat agar bisa lebih dekat dengan konstituen. Sebab, kedekatan dengan konstituen dinilai kunci utama keberlangsungan masa depan partai.
Jika pada Pemilu 2009 pemilih Demokrat masih dianggap belum dominan, pada 2014 mendatang pihaknya bertekad untuk mendominasi pemilih di Jawa Tengah.
”Beberapa tahun yang lalu wilayah Jateng belum terlalu biru. Jangan mau kalah, 2014 nanti harus makin biru,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang juga kader Demokrat mengaku bangga karena banyak mendapat dorongan atau motivasi dari masyarakat Jawa Barat, termasuk di kalangan pesantren.
Motivasi yang dimaksud adalah dorongan kepada kader muda Demokrat agar berani maju untuk menjadi pemimpin.
”Saya sangat bangga karena mendapat motivasi tinggi dari pesantren di sini, dorongan bahwa saatnya yang muda memimpin,” kata Dede.
Menurut dia, hasil survei yang dilansir salah satu koran nasional menempatkan Demokrat di posisi teratas dalam hal ketokohan, penonjolan program kerja, serta paling tanggap terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat.
Hasil itu dianggap sebagai awal kebangkitan untuk menjadi partai pemenang pemilu. ”Kami optimistis pada 2014 insya Allah menjadi pemegang medali emas. Partai Demokrat ingin menjaga medali emas,” ungkap Anas seusai berbuka bersama dengan kader Demokrat di Purwokerto, Jawa tengah, kemarin.
Anas mengakui hasil survei tersebut berbeda dengan hasil survei dua bulan lalu saat Partai Demokrat tengah diterpa sejumlah kasus korupsi.
Namun, dia menilai hasil survei tidak bisa dijadikan gambaran hasil pemilu yang sebenarnya karena hanya berupa gambaran fenomena sesaat.
”Hasil survei hanya gambaran fenomena sesaat, bukan hasil pemilu sebenarnya sehingga tidak bisa jadi gambaran,” ujarnya.
Di hadapan kader Demokrat Purwokerto, Anas menyampaikan tujuan safari Ramadan, salah satunya ingin memastikan jajaran Partai Demokrat di daerah tetap solid dan bersatu menghadapi Pemilu 2014 mendatang.
Untuk itu, dia menekankan seluruh kader Demokrat untuk bekerja keras serta memastikan roda organisasi berjalan dengan baik.
”Seluruh kader harus bekerja keras. Jangan sampai ada satu jengkal pun tanah di Jawa Tengah ini yang tidak terpasang bendera Demokrat pada 2014,” tegasnya.
Anas menjelaskan, pihaknya optimistis dapat merengkuh suara terbanyak pada pemilu mendatang. Apalagi partainya diklaim sebagai partai yang di dalamnya diisi kader yang siap bekerja dalam situasi apa pun.
Namun, dia tetap menginstruksikan agar kader Demokrat terus bekerja keras dimulai sejak sekarang karena waktu menghadapi pemilu sudah makin dekat.
”Hanya partai yang mau bekerja keraslah yang punya masa depan.Partai kita diisi kader yang siap bekerja dalam situasi apa pun,” ucapnya.
Pendaftaran pencalonan anggota peserta pemilu, lanjut Anas, tinggal delapan bulan. Karena itu, dia mengingatkan kader partai yang dipimpinnya bahwa pada Agustus 2013 mulai keluar daftar calon tetap dari KPU sehingga tidak ada banyak waktu untuk bersantai.
"Jadi tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Kerja keras harus dimulai dari sekarang. Jangan sampai menunggu tiga bulan atau setahun lagi karena itulah energi positif bagi kita untuk menang di 2014,” tuturnya.
Di samping itu, Anas berpesan agar selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat agar bisa lebih dekat dengan konstituen. Sebab, kedekatan dengan konstituen dinilai kunci utama keberlangsungan masa depan partai.
Jika pada Pemilu 2009 pemilih Demokrat masih dianggap belum dominan, pada 2014 mendatang pihaknya bertekad untuk mendominasi pemilih di Jawa Tengah.
”Beberapa tahun yang lalu wilayah Jateng belum terlalu biru. Jangan mau kalah, 2014 nanti harus makin biru,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang juga kader Demokrat mengaku bangga karena banyak mendapat dorongan atau motivasi dari masyarakat Jawa Barat, termasuk di kalangan pesantren.
Motivasi yang dimaksud adalah dorongan kepada kader muda Demokrat agar berani maju untuk menjadi pemimpin.
”Saya sangat bangga karena mendapat motivasi tinggi dari pesantren di sini, dorongan bahwa saatnya yang muda memimpin,” kata Dede.
(lns)