Nuzulul Quran, Alquran membawa lima misi besar
Rabu, 08 Agustus 2012 - 05:11 WIB
Nuzulul Quran, Alquran membawa lima misi besar
A
A
A
Sindonews.com - Alquran membawa lima misi besar yang harus dijadikan pedoman seluruh umat Islam. Bila kelima misi itu dijalankan, Islam akan memiliki peradaban unggul.
Kelima misi besar yang dibawa Alquran adalah untuk memperkaya ilmu, membangun manusia berkualitas, dan membangun tatanan sosial. Kemudian memberikan keuntungan bagi manusia dalam melancarkan nilai spiritual dan mengajak umat Islam untuk beramal saleh.
”Saya menyimpulkan, bila lima misi itu ditangkap dan menjadi satu ilmu pengetahuan, maka akan menjadikan manusia berkualitas dan berada dalam tatanan yang adil dan selalu menjadi pekerja profesional,” ujar Rektor Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Suprayogo di Istana Negara, Jakarta, tadi malam.
Renungan tentang Alquran oleh Imam Suprayogo tersebut disampaikan dalam peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan di Istana Negara. Kegiatan rutin setiap Ramadan tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Herawati Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta sejumlah duta besar dari negara-negara sahabat.
Dalam ceramahnya yang bertemakan ”Islam Menuju Peradaban yang Unggul”, Imam mengingatkan bahwa keberadaan Islam dan Alquran bukan untuk diperdebatkan.
Menurutnya, Alquran harus dijadikan acuan untuk mengelola riset dari berbagai ilmu baru yang selanjutnya dimanfaatkan untuk seluruh umat manusia.
”Manusia yang berkualitas tidakmungkinlahirdarikonsep yang tidak jelas. Alquran memberi petunjuk bagaimana pendidikan yang berkualitas itu diraih,” tandasnya.
Alquran adalah ajaran yang luas yang berisi petunjukpetunjuk dari Allah tentang alam semesta dan seisinya serta menjadi rahmat yang jelas bagi seluruh umat manusia.
”Melalui peringatan malam Nuzulul Quran ini, diharapkan Alquran bisa menjadi cahaya dan membangun peradaban yang unggul karena hal itu sudah dibuktikan Rasulullah dan umatnya,” tambah dia.
Sementara itu, Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan bahwa uraian tentang misi Alquran tersebut telah memberikan pencerahan dan berguna untuk pengungkapan sumber daya manusia yang unggul.
Menurut Kepala Negara, Alquran tidak hanya berisi akidah, hikmah, dan petunjuk antara yang hak dan yang batil, tetapi juga merupakan landasan untuk luasnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
”Bila kelima misi Alquran itu diamalkan dengan baik, umat Islam akan menjadi kaya ilmu pengetahuan dan berkualitas serta selalu menjalankan ritual untuk membangun spiritual. Dengan itu semua Insya Allah umat Islam akan meraih kemajuan,” tandasnya.
Segaris dengan hal itu, lanjut Presiden, dirinya juga mengajak masyarakat Indonesia membangun sikap yang baik untuk pembangunan manusia yang unggul.
Menurut mantan Menkopolkam itu, terdapat lima sikap yang luhur untuk pembangunan manusia Indonesia yang unggul.
Kelima hal itu adalah memiliki daya pikir dan daya nalar, menjalankan demokrasi yang baik, meningkatkan kerukunan dan sikap toleransi,memiliki sikap patriotisme, dan patuh pada pranata hukum.
Kelima misi besar yang dibawa Alquran adalah untuk memperkaya ilmu, membangun manusia berkualitas, dan membangun tatanan sosial. Kemudian memberikan keuntungan bagi manusia dalam melancarkan nilai spiritual dan mengajak umat Islam untuk beramal saleh.
”Saya menyimpulkan, bila lima misi itu ditangkap dan menjadi satu ilmu pengetahuan, maka akan menjadikan manusia berkualitas dan berada dalam tatanan yang adil dan selalu menjadi pekerja profesional,” ujar Rektor Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang Imam Suprayogo di Istana Negara, Jakarta, tadi malam.
Renungan tentang Alquran oleh Imam Suprayogo tersebut disampaikan dalam peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan di Istana Negara. Kegiatan rutin setiap Ramadan tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono dan Herawati Boediono, jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta sejumlah duta besar dari negara-negara sahabat.
Dalam ceramahnya yang bertemakan ”Islam Menuju Peradaban yang Unggul”, Imam mengingatkan bahwa keberadaan Islam dan Alquran bukan untuk diperdebatkan.
Menurutnya, Alquran harus dijadikan acuan untuk mengelola riset dari berbagai ilmu baru yang selanjutnya dimanfaatkan untuk seluruh umat manusia.
”Manusia yang berkualitas tidakmungkinlahirdarikonsep yang tidak jelas. Alquran memberi petunjuk bagaimana pendidikan yang berkualitas itu diraih,” tandasnya.
Alquran adalah ajaran yang luas yang berisi petunjukpetunjuk dari Allah tentang alam semesta dan seisinya serta menjadi rahmat yang jelas bagi seluruh umat manusia.
”Melalui peringatan malam Nuzulul Quran ini, diharapkan Alquran bisa menjadi cahaya dan membangun peradaban yang unggul karena hal itu sudah dibuktikan Rasulullah dan umatnya,” tambah dia.
Sementara itu, Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan bahwa uraian tentang misi Alquran tersebut telah memberikan pencerahan dan berguna untuk pengungkapan sumber daya manusia yang unggul.
Menurut Kepala Negara, Alquran tidak hanya berisi akidah, hikmah, dan petunjuk antara yang hak dan yang batil, tetapi juga merupakan landasan untuk luasnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
”Bila kelima misi Alquran itu diamalkan dengan baik, umat Islam akan menjadi kaya ilmu pengetahuan dan berkualitas serta selalu menjalankan ritual untuk membangun spiritual. Dengan itu semua Insya Allah umat Islam akan meraih kemajuan,” tandasnya.
Segaris dengan hal itu, lanjut Presiden, dirinya juga mengajak masyarakat Indonesia membangun sikap yang baik untuk pembangunan manusia yang unggul.
Menurut mantan Menkopolkam itu, terdapat lima sikap yang luhur untuk pembangunan manusia Indonesia yang unggul.
Kelima hal itu adalah memiliki daya pikir dan daya nalar, menjalankan demokrasi yang baik, meningkatkan kerukunan dan sikap toleransi,memiliki sikap patriotisme, dan patuh pada pranata hukum.
(lns)