Sengketa Simulator SIM perburuk citra penegakan hukum

Selasa, 07 Agustus 2012 - 12:11 WIB
Sengketa Simulator SIM...
Sengketa Simulator SIM perburuk citra penegakan hukum
A A A
Sindonews.com - Sengketa penanganan kasus simulator uji Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas (korlantas) Mabes Polri, membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi semakin hilang.

Anggota Komisi III Martin Hutabarat menilai, sengketa kewenangan penanganan kasus korupsi, khususnya di Korlantas memperburuk citra penegakan hukum, sebaiknya KPK dan Polri mencari solusi tepat.

"Sengketa yang berlarut-larut antara Polri dengan KPK dalam kasus korupsi simulator SIM semakin memperburuk citra penegakan hukum kita," kata Martin saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Oleh sebab itu Politikus Partai Gerindra ini meminta, agar pertemuan kedua lembaga hukum itu dipercepat supaya tidak berlarut-larut, serta dapat solusinya.

"Kasihan institusinya, butuh waktu lama lagi nanti untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap (kedua) institusi ini. Padahal, dalam kepemimpinan Pak Timur Pradopo, Polri sudah berusaha memperbaiki kinerjanya dalam 1,5 tahun ini," kata dia.

Pimpinan KPK dan Polri diminta menomorduakan ego masing-masing institusi dan mengutamakan pemberantasan korupsi untuk menjaga nama baik institusi di mata masyarakat.

"Jangan biarkan perbedaan pandangan antara kedua institusi ini berlarut-larut," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, kalau Polri dan KPK sudah bertemu, permasalahan kewenangan di kasus Korlantas akan beres.

"Mudah-mudahan tidak (ada perselisihan lagi), kalau nanti pimpinan KPK dan Polri bertemu. Saya yakin pasti ada jalan keluarnya," katanya di Bandung, Sabtu 4 gustus 2012 lalu.

Menurutnya, saat ini publik sangat menyoroti kasus dugaan korupsi yang melibatkan para petinggi Polri itu. Maka lebih baik Polri mempercayakan penyidikan Kepada KPK. Nanti, KPK harus bersinergi dengan Polri dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Ini (publik) susah dibendung, karena sudah menjadi milik publik. Kecuali ya pers (menyetop) pemberitaannya, baru itu bisa. Tetapi, kan itu enggak mungkin," ujarnya.
(mhd)
Berita Terkait
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Petakan Jalur Mudik dari Jakarta-Surabaya
Perkara Simulator SIM...
Perkara Simulator SIM Korlantas Polri, KPK Sita 2 Rumah Rp85 Miliar
Layanan SIM, STNK dan...
Layanan SIM, STNK dan BPKB Kembali Dibuka Jelang New Normal
Profil Brigjen Pol Agus...
Profil Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Teman Seangkatan Kapolri yang Jadi Kakorlantas Polri
Implementasi Roadmap...
Implementasi Roadmap Era Digital Ditregident Korlantas Polri
Dirkamsel Korlantas...
Dirkamsel Korlantas Polri: Korban Lakalantas Tragedi Sia-sia
Berita Terkini
Kapolri Cup Shooting...
Kapolri Cup Shooting Championship 2026, Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet
Satgas Ketenagakerjaan...
Satgas Ketenagakerjaan Polri Tangani 97 Kasus, Pakar: Komitmen Kapolri Lindungi Buruh
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved