Marzuki: jangan provokasi KPK-Polri
Senin, 06 Agustus 2012 - 13:13 WIB
Marzuki: jangan provokasi KPK-Polri
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai kedua institusi KPK-Polri harus duduk bersama untuk menyelesaikan kasus korupsi di korlantas Polri. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang mengadu atau memprovokasi KPK-Polri
Mengenai hubungan yang kurang harmonis antara KPK-Polri, Marzuki mengatakan, jangan berburuk sangka dahulu terhadap institusi kepolisian. Apalagi Polri sudah sudah berjanji untuk mereformasi diri.
"Keinginan saya pimpinan Polri-KPK kembali duduk bersama untuk menyelesaikan kasus korupsi. Cari cara bagaimana pemberantasan korupsi dengan koordinasi bisa dilaksanakan dengan baik, itu prinsipnya," kata Marzuki di DPR, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Marzuki meminta KPK dan Polri tidak perlu diadu apalagi sampai diprovokosi. "Dengan koordinasi dua kekuatan hasilnya akan lebih baik, itu harapannya," kata dia.
Semua oknum yang terlibat dalam kasus pengadaan alat simulasi SIM harus segera diusut tuntas, bahkan lanjut Marzuki kalau ada anggota DPR yang terlibat silahkan diproses sesuai aturan.
Kasus korupsi di Korlantas Polri dipandang masyarakat membuat hubungan KPK-Polri kembali kurang harmonis. Karena masing-masing institusi tersebut memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan untuk menetapkan tersangka, KPK dan Polri berbeda pandangan.
Mengenai hubungan yang kurang harmonis antara KPK-Polri, Marzuki mengatakan, jangan berburuk sangka dahulu terhadap institusi kepolisian. Apalagi Polri sudah sudah berjanji untuk mereformasi diri.
"Keinginan saya pimpinan Polri-KPK kembali duduk bersama untuk menyelesaikan kasus korupsi. Cari cara bagaimana pemberantasan korupsi dengan koordinasi bisa dilaksanakan dengan baik, itu prinsipnya," kata Marzuki di DPR, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Marzuki meminta KPK dan Polri tidak perlu diadu apalagi sampai diprovokosi. "Dengan koordinasi dua kekuatan hasilnya akan lebih baik, itu harapannya," kata dia.
Semua oknum yang terlibat dalam kasus pengadaan alat simulasi SIM harus segera diusut tuntas, bahkan lanjut Marzuki kalau ada anggota DPR yang terlibat silahkan diproses sesuai aturan.
Kasus korupsi di Korlantas Polri dipandang masyarakat membuat hubungan KPK-Polri kembali kurang harmonis. Karena masing-masing institusi tersebut memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan untuk menetapkan tersangka, KPK dan Polri berbeda pandangan.
(ysw)