Polri harus Tut Wuri Handayani
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 12:13 WIB
Polri harus Tut Wuri Handayani
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri sama-sama menangani kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator untuk ujian SIM di Korp Lalu Lintas (Korlantas).
Padahal, jika ditangani dua lembaga penegakan hukum, justru membuat kasus yang menyeret sejumlah perwira polisi itu tak selesai.
Menurut Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari, dalam perkara ini sebaiknya Polri menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Sedangkan, Polri menempatkan diri di belakang, dan mendukung KPK
"Saya meminjam istilah Jawa, Tut Wuri Handayani, sebaiknya polisi berada di belakang, sedangkan KPK sebagai leadernya. Toh, KPK tidak bisa lepas dari bantuan Polri," ujar Hadjriyanto saat dihubungi, Jumat (3/8/2012).
Di sini, Polri menjadi pendukung atau second liner, dan bukan sebagai pengendali utama. Pengendali utamanya tetap dipegang KPK.
Saat ini publik sejak menunggu kearifan Polri, maka sebaiknya segera berada di posisi Tut Wuri Handayani. Karena semua akan menjadi lebih baik.
"Bagaimanapun juga lebih tepat Polri ambil posisi Tut Wuri Handayani. KPK leader, polisi di belakang tapi tidak lepas sama sekali, apalagi nyatanya aparat penyidik di KPK juga dari kepolisian," pungkasnya.
Padahal, jika ditangani dua lembaga penegakan hukum, justru membuat kasus yang menyeret sejumlah perwira polisi itu tak selesai.
Menurut Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari, dalam perkara ini sebaiknya Polri menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. Sedangkan, Polri menempatkan diri di belakang, dan mendukung KPK
"Saya meminjam istilah Jawa, Tut Wuri Handayani, sebaiknya polisi berada di belakang, sedangkan KPK sebagai leadernya. Toh, KPK tidak bisa lepas dari bantuan Polri," ujar Hadjriyanto saat dihubungi, Jumat (3/8/2012).
Di sini, Polri menjadi pendukung atau second liner, dan bukan sebagai pengendali utama. Pengendali utamanya tetap dipegang KPK.
Saat ini publik sejak menunggu kearifan Polri, maka sebaiknya segera berada di posisi Tut Wuri Handayani. Karena semua akan menjadi lebih baik.
"Bagaimanapun juga lebih tepat Polri ambil posisi Tut Wuri Handayani. KPK leader, polisi di belakang tapi tidak lepas sama sekali, apalagi nyatanya aparat penyidik di KPK juga dari kepolisian," pungkasnya.
(lns)