Kemendikbud hentikan UKG
Kamis, 02 Agustus 2012 - 17:31 WIB
Kemendikbud hentikan UKG
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghentikan Uji Kompetensi Guru (UKG) di lokasi yang bermasalah, dan menundanya hingga Oktober 2012 nanti.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom mengatakan, pelaksanaan UKG yang 100 persen berhasil ada di Bangka Belitung (Babel), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun, dia tidak menampik masih banyak yang bermasalah sehingga sedianya UKG gelombang I ini dilaksanakan pada 30 Juli-12 Agustus untuk sementara UKG dihentikan dulu sambil menunggu proses perbaikan.
Dia juga ingin memastikan jika para guru sudah tidak perlu datang ke Tempat Uji Kompetensi (TUK) hingga 2 Oktober nanti. Kementerian juga sudah mengeluarkan pengumuman akan hal ini ke daerah dan meminta pemerintah daerah untuk meneruskannya ke setiap guru yang mengikuti UKG.
“Menurut saya semua TUK yang lancar harus lanjut. Karena kenyataannya ada beberapa provinsi yang TUKnya berjalan 100 persen apa harus dihentikan. Kecuali yang bermasalah ditunda hingga Oktober,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Mantan Rektor Universitas Medan (Unimed) ini menjelaskan, persoalan yang terjadi masih pada perubahan data dan gangguan jaringan internet. Tapi, pada Oktober nanti tidak akan terulang lagi data yang berbeda, dan kegagalan koneksi karena yang mengikuti ujian hanyalah guru yang sudah terdata sebelumnya.
Para teknisi dan operator juga akan dilatih kembali untuk mensukseskan UKG tahap kedua yang dijadwalkan pada 2 Oktober hingga 2 November nanti.
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengungkapkan, data peserta tes di daerah yang koneksi servernya rusak tidak terverifikasi, sehingga nama peserta tidak sinkron dengan soal.
Dari gelombang pertama hingga tiga untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang, Bimbingan Konseling dan Pendidikan Kewarganegaraan tidak terkoneksi internet sehingga mereka dipulangkan. Kegagalan juga terjadi di Indragiri Hilir dimana para peserta hanya absen dan pulang.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (Kepala BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom mengatakan, pelaksanaan UKG yang 100 persen berhasil ada di Bangka Belitung (Babel), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun, dia tidak menampik masih banyak yang bermasalah sehingga sedianya UKG gelombang I ini dilaksanakan pada 30 Juli-12 Agustus untuk sementara UKG dihentikan dulu sambil menunggu proses perbaikan.
Dia juga ingin memastikan jika para guru sudah tidak perlu datang ke Tempat Uji Kompetensi (TUK) hingga 2 Oktober nanti. Kementerian juga sudah mengeluarkan pengumuman akan hal ini ke daerah dan meminta pemerintah daerah untuk meneruskannya ke setiap guru yang mengikuti UKG.
“Menurut saya semua TUK yang lancar harus lanjut. Karena kenyataannya ada beberapa provinsi yang TUKnya berjalan 100 persen apa harus dihentikan. Kecuali yang bermasalah ditunda hingga Oktober,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Mantan Rektor Universitas Medan (Unimed) ini menjelaskan, persoalan yang terjadi masih pada perubahan data dan gangguan jaringan internet. Tapi, pada Oktober nanti tidak akan terulang lagi data yang berbeda, dan kegagalan koneksi karena yang mengikuti ujian hanyalah guru yang sudah terdata sebelumnya.
Para teknisi dan operator juga akan dilatih kembali untuk mensukseskan UKG tahap kedua yang dijadwalkan pada 2 Oktober hingga 2 November nanti.
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengungkapkan, data peserta tes di daerah yang koneksi servernya rusak tidak terverifikasi, sehingga nama peserta tidak sinkron dengan soal.
Dari gelombang pertama hingga tiga untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang, Bimbingan Konseling dan Pendidikan Kewarganegaraan tidak terkoneksi internet sehingga mereka dipulangkan. Kegagalan juga terjadi di Indragiri Hilir dimana para peserta hanya absen dan pulang.
(lil)