KPK coba alihkan isu (lagi)?
Kamis, 02 Agustus 2012 - 12:48 WIB
KPK coba alihkan isu (lagi)?
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) meminta masyarakat tidak terlena dengan aksi penggeledahan Kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, bisa jadi ada upaya pengalihan isu yang dilakukan KPK terkait dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Korlantas yang saat ini ditangani KPK dan Polri.
"Kenapa penggerebekan baru dilakukan KPK setelah DS (Djoko Susilo) tidak menjadi Kepala Korlantas. Ada hubungan apa antara Kepala Korlantas yang baru dengan KPK?" katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Dia mengungkapkan, ada skenario yang telah diatur dalam pengeledahan di Kantor Korlantas pada Senin 30 Juli 2012 lalu. Namun, dirinya tetap berharap KPK bisa bekerja secara profesional dalam menangani kasus itu.
"Keanehan ini membuat pengerebekan yg dilakukan KPK ke Korlantas seperti telenovela. Tapi IPW memberi apresiasi terhadap upaya KPK membongkar kasus-kasus korupsi di Polri, dan berharap KPK konsisten, serta tidak main politisasi, politik pencitraan, dan pengalihan isu untuk menutup kasus Century, Hambalang, kasus Anas, Wisma Atlet, dan kasus di Buol yg melibatkan Hartarti," tukasnya.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, bisa jadi ada upaya pengalihan isu yang dilakukan KPK terkait dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Korlantas yang saat ini ditangani KPK dan Polri.
"Kenapa penggerebekan baru dilakukan KPK setelah DS (Djoko Susilo) tidak menjadi Kepala Korlantas. Ada hubungan apa antara Kepala Korlantas yang baru dengan KPK?" katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Dia mengungkapkan, ada skenario yang telah diatur dalam pengeledahan di Kantor Korlantas pada Senin 30 Juli 2012 lalu. Namun, dirinya tetap berharap KPK bisa bekerja secara profesional dalam menangani kasus itu.
"Keanehan ini membuat pengerebekan yg dilakukan KPK ke Korlantas seperti telenovela. Tapi IPW memberi apresiasi terhadap upaya KPK membongkar kasus-kasus korupsi di Polri, dan berharap KPK konsisten, serta tidak main politisasi, politik pencitraan, dan pengalihan isu untuk menutup kasus Century, Hambalang, kasus Anas, Wisma Atlet, dan kasus di Buol yg melibatkan Hartarti," tukasnya.
(lil)