Konsumsi keluarga tumbuhkan mal

Kamis, 02 Agustus 2012 - 10:50 WIB
Konsumsi keluarga tumbuhkan...
Konsumsi keluarga tumbuhkan mal
A A A
Pertumbuhan rumah tangga kelas menengah Indonesia yang pesat berkontribusi besar terhadap peningkatan kegiatan belanja di pasar-pasar modern. Hal ini membuat pusat perbelanjaan modern tumbuh untuk memenuhi permintaan.

Kebutuhan belanja di pusat belanja modern terutama terlihat di Jakarta. Sayangnya, jumlah permintaan yang besar dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dipenuhi karena adanya moratorium, penghentian sementara perizinan pembangunan mal hingga 2014.

Menurut laporan lembaga Cushman & Wakefield tentang pasar properti kuartal kedua 2012, hampir tidak ada pasokan baru yang masuk ke pasar.

Penyerapan utama sepanjang kuartal kedua 2012 datang dari pembukaan penyewa-penyewa besar, seperti toko peralatan elektronik, dan hiburan anak-anak, sehingga menaikkan tingkat hunian di beberapa pusat perbelanjaan yang sudah ada.Toko-toko lain yang buka merupakan campuran, terutama pakaian dan aksesori.

Dengan hampir tidak ada pasokan baru yang masuk ke pasar, tingkat hunian rata-rata pusat perbelanjaan di Jakarta sampai akhir Juni 2012 naik sedikit sebesar 0,5% secara kuartalan (quartal to quartal/Q to Q) dan 0,4% tahunan (year to year/Y to Y) menjadi 81,4%.Berdasarkan subsektor, tingkat hunian pada pusat perbelanjaan sewa sedikit naik 0,7% (Q to Q) menjadi 87,6% sedangkan tingkat hunian pada pusat perbelanjaan strata-titletetap seperti kuartal lalu yaitu sebesar 67,7%.

Dari tambahan ruang ritel di beberapa pusat perbelanjaan yang sudah ada, membawa pasokan kumulatif ruang ritel di Jakarta menjadi 3.592.300 m2, yang terdiri dari 2.466.500 m2 (68,7%) pusat perbelanjaan sewa dan 1.125.800 m2 (31,3%) pusat perbelanjaan strata-title sampai akhir Juni 2012. Hingga akhir tahun 2012, sekitar 318.400 m2 pasokan ruang ritel baru diperkirakan akan masuk ke pasar.

Hampir seluruh pasokan baru ini (98,7%) adalah ruang ritel sewa. Walaupun tidak ada pergerakan pada harga sewa dasar (base rental) yaitu sebesar Rp614.400/m2/bulan, service charge mengalami sedikit kenaikan 0,9% (Q to Q) menjadi Rp97.500/m2/bulan. Menurut Ketua Asosiasi Pengeola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Handaka Santosa, pertumbuhan mal saat ini bagus dibuktikan dari banyaknya mal yang tumbuh.

Salah satu mal yang saat ini banyak mendapatkan apresiasi masyarakat adalah Mal Casablanka.“ Mal ini baru saja buka beberapa bulan lalu,namun jumlah peminatnya langsung besar,” kata Handaka kepada Seputar Indonesia(SINDO).

Handaka mengakui, pertumbuhan permintaan pada mal disebabkan pendapatan masyarakat yang juga terus bertambah. Sehingga, mereka memilih untuk sering berbelanja di pusat perbelanjaan.

Moratorium perizinan mal di Jakarta tidak berpengaruh bagi pengunjung. Bahkan, moratorium ini membuat permintaan terus bertambah karena pasokan tidak diimbangi dengan permintaan yang tinggi. “Moratorium ini membuat harga sewa pusat perbelanjaan naik. Hal ini baik bagi pengelola pusat belanja,” jelas Handaka. Pertumbuhan kelas menengah berimbas pada pertumbuhan semua tipe mal.

Tidak ada tipe khusus yang menjadi primadona kelas menengah, sehingga semua tipe mal mendapatkan pertumbuhan jumlah pelanggan.“Semua tumbuh dan setiap daerah dan lokasi mempunyai karakteristik yang sesuai dengan tempat mal itu berada,” tambah Handaka.

Saat ini banyak merek-merek terkenal yang antre untuk masuk ke Indonesia. Dia mencontohkan merek Uniqlo dan H&M yang sejak tahun lalu hendak masuk ke Indonesia, namun belum mendapatkan tempat yang cocok.

“Dua merek ini sangat terkenal di Singapura dan sejumlah negara lain. Banyak konsumen yang memburu kedua merek tersebut,” jelas Handaka. Semua tenant yakin pertumbuhan belanja di Indonesia akan semakian baik.

Banyak kelas menengah yang konsumtif dan suka memburu produk berkualitas dan bermerek terkenal. Sementara, menurut data Collier Internasional, pada 2012 hingga 2014 setidaknya akan ada 13 mal yang berdiri di Jakarta.

Kota-kota sekitar Jakarta pun akan menjadi tujuan pertumbuhan mal baru, seperti Plaza Dua Raja di Bogor serta Shoping Mall Alam Sutera dan Mall Balekota di Tangerang. Sementara, di Bekasi akan hadir Bekasi Trade Center 2, Bekasi Junction, pada tahun depan.
(kur)
Berita Terkait
Jabatan Apa pun yang...
Jabatan Apa pun yang Diemban, Milenial Harus Punya Integritas
Puasa di Tengah Pandemi...
Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
iPhone Bakal Dibekali...
iPhone Bakal Dibekali Kamera Periskop di 2020
Menghadapi Ujian pada...
Menghadapi Ujian pada Hari Kemenangan
Bertahan di Tengah Pandemi,...
Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Dituntut Kreatif untuk Survive
New Normal, Kebutuhan...
New Normal, Kebutuhan Alat Olah Raga Baru Meningkat
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
7 Negara yang Paling...
7 Negara yang Paling Banyak Konsumsi Mi Instan di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved