Nonaktif Djoko dari Gubernur Akpol
Rabu, 01 Agustus 2012 - 14:51 WIB
Nonaktif Djoko dari Gubernur Akpol
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal PDI perjuangan Ahmad Basarah menyarankan, pihak kepolisian untuk menonaktifkan Djoko Susilo tersangka kasus dugaan suap simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) 2011, di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.
"Saya setuju agar Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia Timur Pradopo) segera menonaktifkan DS (Djoko Susilo), dari jabatannya sebagai Gubernur Akpol (Akademi Polisi)," kata Basarah, di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Anggota Komisi III itu menawarkan dua pertimbangan terhadap Kapolri, untuk memberikan sanksi tersebut.
Pertama, katanya, penyidik KPK yang berasal dari kepolisian akan sungkan memeriksa seniornya. "Kedua, agar Akpol tidak terseret, dan terkena dampak politisnya dalam kasus yang sedang dialami Djoko Susilo itu," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, agar Kapolri segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan institusinya, agar citra baiknya tetap terjaga.
"Untuk menyelamatkan institusi Polri dari situasi kritis seperti ini memang diperlukan langkah-langkah heroik. Kapolri Timur Pradopo (harus) mengambil tindakan strategis, cepat, dan tepat," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Djoko Susilo yang juga mantan Kepala Korlantas Mabes Polri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat 27 JUli 2012 lalu.
Djoko kini menjabat sebagai Gubernur Akpol Semarang, Jawa Tengah.
"Saya setuju agar Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia Timur Pradopo) segera menonaktifkan DS (Djoko Susilo), dari jabatannya sebagai Gubernur Akpol (Akademi Polisi)," kata Basarah, di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Anggota Komisi III itu menawarkan dua pertimbangan terhadap Kapolri, untuk memberikan sanksi tersebut.
Pertama, katanya, penyidik KPK yang berasal dari kepolisian akan sungkan memeriksa seniornya. "Kedua, agar Akpol tidak terseret, dan terkena dampak politisnya dalam kasus yang sedang dialami Djoko Susilo itu," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, agar Kapolri segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan institusinya, agar citra baiknya tetap terjaga.
"Untuk menyelamatkan institusi Polri dari situasi kritis seperti ini memang diperlukan langkah-langkah heroik. Kapolri Timur Pradopo (harus) mengambil tindakan strategis, cepat, dan tepat," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Djoko Susilo yang juga mantan Kepala Korlantas Mabes Polri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat 27 JUli 2012 lalu.
Djoko kini menjabat sebagai Gubernur Akpol Semarang, Jawa Tengah.
(mhd)