KPK didesak ungkap para pelaku
Rabu, 01 Agustus 2012 - 08:28 WIB
KPK didesak ungkap para pelaku
A
A
A
Sindonews.com - Berbagai kalangan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dan mengungkap aktor-aktor yang terlibat dalam dugaan penyelewengan penggunaan dana Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan seks, dan pemberian gratifikasi seks.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto mengatakan, penyelewengan APBD untuk kepentingan penggunaan secara pribadi, dan pemberian layanan jasa seks sebagai dugaan suap, jelas merupakan penistaan atas keluhuran jabatan publik yang seharusnya dikelola dengan baik dan benar.
“Penyimpangan alokasi APBD untuk kepentingan dan kepuasan pribadi dan kelompoknya adalah pengkhianatan atas amanah jabatan yang dimandatkan rakyat kepadanya. Ini jelas pengkhianatan,” tandas Gun Gun saat dihubungi di Jakarta, Selasa 31 Juli 2012.
Gun Gun mengatakan, jika dilihat dari penyelewengan dengan modus penggunaan seks untuk pribadi dan gratifikasi seks, pola tersebut merupakan pola lama.
Menurut dia, seks dan uang tunai sebenarnya sudah menjadi modus persuasi yang paling sering digunakan demi kepentingan pribadi pejabat eksekutif dan legislatif, baik di daerah maupun di pusat.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat meminta agar penyelewengan dengan modus tersebut harus diusut tuntas oleh KPK. Bahkan, oknum pimpinan daerah yang menggunakan uang APBD demi kepuasan seks pribadi dan gratifikasi seks itu sudah seharusnya ditindak tegas.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto mengatakan, penyelewengan APBD untuk kepentingan penggunaan secara pribadi, dan pemberian layanan jasa seks sebagai dugaan suap, jelas merupakan penistaan atas keluhuran jabatan publik yang seharusnya dikelola dengan baik dan benar.
“Penyimpangan alokasi APBD untuk kepentingan dan kepuasan pribadi dan kelompoknya adalah pengkhianatan atas amanah jabatan yang dimandatkan rakyat kepadanya. Ini jelas pengkhianatan,” tandas Gun Gun saat dihubungi di Jakarta, Selasa 31 Juli 2012.
Gun Gun mengatakan, jika dilihat dari penyelewengan dengan modus penggunaan seks untuk pribadi dan gratifikasi seks, pola tersebut merupakan pola lama.
Menurut dia, seks dan uang tunai sebenarnya sudah menjadi modus persuasi yang paling sering digunakan demi kepentingan pribadi pejabat eksekutif dan legislatif, baik di daerah maupun di pusat.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat meminta agar penyelewengan dengan modus tersebut harus diusut tuntas oleh KPK. Bahkan, oknum pimpinan daerah yang menggunakan uang APBD demi kepuasan seks pribadi dan gratifikasi seks itu sudah seharusnya ditindak tegas.
(lil)