SBY minta Kemendikbud ciptakan pendidikan murah
Selasa, 31 Juli 2012 - 11:38 WIB
SBY minta Kemendikbud ciptakan pendidikan murah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menciptakan pendidikan murah yang berkualitas bagi seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.
"Saya ingin mengingatkan, utamanya kepada jajaran Kemendikbud, hadir di sini juga para gubernur, bahwa pembangunan pendidikan yang tengah kita lakukan adalah untuk membuat pendidikan di negeri ini makin berkualitas, mudah, accessable, dan murah," katanya saat sidang rapat kabinet di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Dia mengungkapkan, pendidikan yang berkualitas haruslah terkait dengan kurikulum, bahan ajar, metodologi belajar-mengajar, sistem evaluasi hingga infrastruktur yang tepat di era informasi saat ini. Selain itu, pendidikan di Indonesia juga harus lebih banyak memberikan kesempatan bagi putra-putri Indonesia.
"Murah, kita ingin semuanya rasional dengan tujuan bisa dijangkau masyarakat luas. Khusus bagi saudara kita yang belum mampu, kita tetapkan pembebasan kepada mereka dari pembiayaan yang tidak perlu," ujarnya.
Meski demikian, Presiden SBY mengakui jika sarana dan prasarana pendidikan saat ini belum sempurna. Hal itu terlihat masih ditemukannya gedung sekolah yang kondisinya kurang layak, dan rusak.
Untuk itu, dirinya meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh segera memberikan laporan terkait perkembangan terbaru bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. "Saya berharap dalam rapat ini Mendikbud bisa laporkan progres, termasuk timeline untuk selesaikan itu (sekolah rusak) hingga 2014," ucapnya.
Kendati mengakui masih banyak kekurangan di sektor pendidikan, SBY optimis jika biaya pendidikan saat ini masih terjangkau bagi masyarakat. "Tinggal manajemennya yang bagus, penetapan sasaran yang tepat dan implementasinya, serta tak terjadi penyimpangan di simpul manapun," tutupnya.
Seperti diketahui, pagi ini Presiden SBY melakukan kunjungan kerja sekaligus sidang kabinet terbatas di kantor Kemendikbud. Dalam kunjungannya itu, Presiden SBY didampingi oleh Wakil Presiden Boediono, serta sejumlah menteri. Para menteri tersebut antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Menpera Djan Farid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.
"Saya ingin mengingatkan, utamanya kepada jajaran Kemendikbud, hadir di sini juga para gubernur, bahwa pembangunan pendidikan yang tengah kita lakukan adalah untuk membuat pendidikan di negeri ini makin berkualitas, mudah, accessable, dan murah," katanya saat sidang rapat kabinet di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Dia mengungkapkan, pendidikan yang berkualitas haruslah terkait dengan kurikulum, bahan ajar, metodologi belajar-mengajar, sistem evaluasi hingga infrastruktur yang tepat di era informasi saat ini. Selain itu, pendidikan di Indonesia juga harus lebih banyak memberikan kesempatan bagi putra-putri Indonesia.
"Murah, kita ingin semuanya rasional dengan tujuan bisa dijangkau masyarakat luas. Khusus bagi saudara kita yang belum mampu, kita tetapkan pembebasan kepada mereka dari pembiayaan yang tidak perlu," ujarnya.
Meski demikian, Presiden SBY mengakui jika sarana dan prasarana pendidikan saat ini belum sempurna. Hal itu terlihat masih ditemukannya gedung sekolah yang kondisinya kurang layak, dan rusak.
Untuk itu, dirinya meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh segera memberikan laporan terkait perkembangan terbaru bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. "Saya berharap dalam rapat ini Mendikbud bisa laporkan progres, termasuk timeline untuk selesaikan itu (sekolah rusak) hingga 2014," ucapnya.
Kendati mengakui masih banyak kekurangan di sektor pendidikan, SBY optimis jika biaya pendidikan saat ini masih terjangkau bagi masyarakat. "Tinggal manajemennya yang bagus, penetapan sasaran yang tepat dan implementasinya, serta tak terjadi penyimpangan di simpul manapun," tutupnya.
Seperti diketahui, pagi ini Presiden SBY melakukan kunjungan kerja sekaligus sidang kabinet terbatas di kantor Kemendikbud. Dalam kunjungannya itu, Presiden SBY didampingi oleh Wakil Presiden Boediono, serta sejumlah menteri. Para menteri tersebut antara lain, Menko Kesra Agung Laksono, Menpera Djan Farid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar.
(lil)