Hartati bantah biayai survei untuk Amran
Selasa, 31 Juli 2012 - 09:58 WIB
Hartati bantah biayai survei untuk Amran
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya membantah tuduhan yang menyebut dirinya memiliki kaitan dengan Saiful Mujani yang mengaku sempat melakukan survei elektabilitas Amran Batalipu untuk kepentingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buol.
"Saya enggak tahu soal itu (survei yang dilakukan Saiful Mujani), enggak ada itu," kata Hartati kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin 30 Juli 2012 malam.
Pemilik PT Hardaya Inti Plantation itu juga membantah jika dirinya disebut telah memberikan dana untuk survei Amran melalui Direktur Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo. "Saya sudah jelaskan semua (kepada penyidik KPK), Jadi maksimum semua yang saya ketahui saya jelaskan," tegasnya.
Sebelumnya, Saiful Mujani mengaku sempat menjadi konsultan politik Bupati Buol Amran Batalipu. Tawaran pekerjaan itu datang dari Direktur Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo.
"Pak Amran minta survei kepada saya, ya sudah saya diklarifikasi betul apa tidak. Saya jawab iya," ucap Saiful usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Rabu 18 Juli 2012 lalu.
Meski begitu, Saiful menilai tidak ada yang janggal dengan tawaran dari Totok yang berasal dari pihak swasta, dan belakangan diketahui PT HIP bermasalah dengan KPK. "Saya kan kenal Totok sudah lama. Dia tinggalnya di Jakarta," jelasnya.
"Saya enggak tahu soal itu (survei yang dilakukan Saiful Mujani), enggak ada itu," kata Hartati kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin 30 Juli 2012 malam.
Pemilik PT Hardaya Inti Plantation itu juga membantah jika dirinya disebut telah memberikan dana untuk survei Amran melalui Direktur Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo. "Saya sudah jelaskan semua (kepada penyidik KPK), Jadi maksimum semua yang saya ketahui saya jelaskan," tegasnya.
Sebelumnya, Saiful Mujani mengaku sempat menjadi konsultan politik Bupati Buol Amran Batalipu. Tawaran pekerjaan itu datang dari Direktur Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo.
"Pak Amran minta survei kepada saya, ya sudah saya diklarifikasi betul apa tidak. Saya jawab iya," ucap Saiful usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Rabu 18 Juli 2012 lalu.
Meski begitu, Saiful menilai tidak ada yang janggal dengan tawaran dari Totok yang berasal dari pihak swasta, dan belakangan diketahui PT HIP bermasalah dengan KPK. "Saya kan kenal Totok sudah lama. Dia tinggalnya di Jakarta," jelasnya.
(lil)