Diisukan hengkang, Akbar menyangkal
Selasa, 31 Juli 2012 - 08:47 WIB
Diisukan hengkang, Akbar menyangkal
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung membantah dirinya akan hengkang ke partai lain karena sudah dipinang menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Dia bahkan baru mendengar kabar tersebut dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya niatan seperti itu. ”Tidak pernah saya tahu dan tidak pernah saya dengar. Saat ini saya sedang fokus mengurus partai untuk mempersiapkan Pemilu 2014 sehingga harapan Golkar untuk menuai sukses di Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 bisa terwujud,” kata Akbar di Jakarta kemarin.
Akbar juga mengaku akan fokus pada amanat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar terutama pelaksanaan catur sukses 2014.Hal ini, menurut dia, bisa dilakukan dengan diawali sukses pilkada.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi DPD II Partai Golkar Muntasir Hamid mengungkapkan bahwa Akbar segera mundur karena tak nyaman lagi dengan suasana internal Golkar. ”Saya bertanggung jawab atas info ini,” katanya. Akbar dan Ical kemarin diketahui melakukan pertemuan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham membantah pertemuan itu membahas pengunduran diri Akbar. ”Jadi semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada itu soal Pak Akbar mundur,” katanya.
Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menyatakan, berpartai adalah memperjuangkan gagasan dan ide-ide untuk Indonesia yang lebih baik.
Kedua hal itu harus menjadi pijakan dalam berpartai. Dengan begitu, sebenarnya tidak mudah bagi seorang politisi untuk beralih dari satu partai ke partai lain kecuali ada alasan dan pertimbangan yang bersifat prinsipil dan ideologis.
”Tidak sekadar karena ada tawaran yang lebih menarik. Politisi yang bagus tentu sangat mempertimbangkan bila berpikir akan pindah ke partai lain. Pada akhirnya, rakyat yang melihat apakah kepindahan politisi itu hanya karena yang bersangkutan oportunis atau memang karena ingin wadah yang lebih cocok dalam berjuang demi rakyat,” ucap Teguh.
Dia bahkan baru mendengar kabar tersebut dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya niatan seperti itu. ”Tidak pernah saya tahu dan tidak pernah saya dengar. Saat ini saya sedang fokus mengurus partai untuk mempersiapkan Pemilu 2014 sehingga harapan Golkar untuk menuai sukses di Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 bisa terwujud,” kata Akbar di Jakarta kemarin.
Akbar juga mengaku akan fokus pada amanat Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar terutama pelaksanaan catur sukses 2014.Hal ini, menurut dia, bisa dilakukan dengan diawali sukses pilkada.
Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi DPD II Partai Golkar Muntasir Hamid mengungkapkan bahwa Akbar segera mundur karena tak nyaman lagi dengan suasana internal Golkar. ”Saya bertanggung jawab atas info ini,” katanya. Akbar dan Ical kemarin diketahui melakukan pertemuan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham membantah pertemuan itu membahas pengunduran diri Akbar. ”Jadi semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada itu soal Pak Akbar mundur,” katanya.
Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menyatakan, berpartai adalah memperjuangkan gagasan dan ide-ide untuk Indonesia yang lebih baik.
Kedua hal itu harus menjadi pijakan dalam berpartai. Dengan begitu, sebenarnya tidak mudah bagi seorang politisi untuk beralih dari satu partai ke partai lain kecuali ada alasan dan pertimbangan yang bersifat prinsipil dan ideologis.
”Tidak sekadar karena ada tawaran yang lebih menarik. Politisi yang bagus tentu sangat mempertimbangkan bila berpikir akan pindah ke partai lain. Pada akhirnya, rakyat yang melihat apakah kepindahan politisi itu hanya karena yang bersangkutan oportunis atau memang karena ingin wadah yang lebih cocok dalam berjuang demi rakyat,” ucap Teguh.
(lns)