Periksa Hartati belasan jam, ini alasan KPK

Senin, 30 Juli 2012 - 20:19 WIB
Periksa Hartati belasan...
Periksa Hartati belasan jam, ini alasan KPK
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya diperiksa oleh KPK selama 12 jam. Lamanya pemeriksaan hari ini, sama dengan pemeriksaan pada Sabtu 28 Juli 2012.

Panjangnya pemeriksaan Hartati menimbulkan tanda tanya. Apa jawaban KPK?

"Penyidik perlu menanyakan lebih baik bagaimana dugaan pemberian suap dari GS (Gondo Sudjono) kepada bupati Buol," kata Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2012).

Hartati sendiri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gondo Sudjono. Gondo merupakan Direktur PT Hardaya, yang diketahui sebagai salah satu penyuap Bupati Buol Amran Batalipu. Penyuapan itu diduga untuk mengurusi surat Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Kasus ini mencuat saat KPK berhasil menangkap tangan Manajer PT Hardaya, Yani Anshori. Pada saat itu, Amran berhasil lolos dari penggerebakan, karena dihalang-halangi ratusan pendukungnya.

KPK juga telah mencegah pengusaha nasional itu untuk bepergian ke luar negeri. Selain itu, KPK juga mencegah petinggi-petinggi PT Hardaya, yakni Benhard, Seri Sirithord, Arim, Totok Lestiyo, dan Soekrino. Serta seorang karyawan PT Cipta, Kirana Wijaya.

Menurut Johan Budi, mereka dicegah demi kepentingan penyidikan. "Ketika diperiksa sewaktu-waktu, mereka tidak berada di luar negeri," terang Johan.

Sementara itu, dugaan yang berkembang, memperlihatkan Hartati sebagai pemberi perintah kepada dua anak buahnya untuk menyuap Bupati Buol dalam pengurusan hak guna usaha perkebunan, yakni Direktur PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Gondo Sudjono, dan General Manager PT HIP Yani Anshori, yang sudah jadi tersangka.

Untuk menelisik hal itu, KPK memeriksa Arthalyta Suryani alias Ayin dan anaknya Rommy Dharma Setiawan, karena memiliki PT Sonokeling Buana, perkebunan kelapa sawit di daerah Buol, Sulteng.
(mhd)
Berita Terkait
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, JPU Akan Analisis
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK dari Terdakwa RPTKA
Mantan Kepala BPN Riau...
Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Kades Dikeroyok Warga...
Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Mengingkatkan Salat Ied di Rumah
Kasus Korupsi Bupati...
Kasus Korupsi Bupati Kuansing, KPK Periksa Kepala Kanwil BPN Riau
Komitmen Berantas Korupsi,...
Komitmen Berantas Korupsi, PTPN Respons Mantan Pejabat Jadi Tersangka KPK
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved