Amran bantah tuduhan memeras Hartati
Senin, 30 Juli 2012 - 17:18 WIB
Amran bantah tuduhan memeras Hartati
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Buol Amran Batalipu membantah tuduhan pihak Hartati Murdaya yang menyebut dirinya berupaya memeras Hartati selaku pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP) yang beroperasi di Kabupaten Buol.
Kuasa hukum Amran Batalipu, Amat Entedaim mengatakan, tuduhan yang menyebut Amran memeras pihak Hartati sangat tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Apalagi, pihak Hartati menyebut itu tanpa didasari bukti yang jelas.
"Ini kan tidak bisa menuduh orang tanpa bukti dong," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Dia pun kembali menegaskan, jika selama ini pihak Hartati lah yang berupaya menyuap Amran sebagai Bupati Buol. "Ini kan aneh. Logikanya, masa yang diperas nyari orang yang mau memeras. Jadi tudingan itu tidak benar. Faktanya, yang kerap kali memaksa untuk mengadakan pertemuan dengan klien kami selama ini adalah Hartati," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan, Yani Anshori yang juga anak buah Hartati pernah meminta untuk bertemu Amran , tapi selalu tidak bertemu karena berbagai alasan yang dibuat Amran.
Diberitakan sebelumnya, usai diperiksa Jumat 27 Juli 2012 lalu Hartati membantah pernah mengucurkan dana Rp3 Miliar kepada Amran. "Saya tidak pernah kasih bantuan. Tapi, yang menjadi tekanan bagi kita itu masalah keamanan. Masalah keamanan itu, soal demo," tukas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Kuasa hukum Amran Batalipu, Amat Entedaim mengatakan, tuduhan yang menyebut Amran memeras pihak Hartati sangat tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Apalagi, pihak Hartati menyebut itu tanpa didasari bukti yang jelas.
"Ini kan tidak bisa menuduh orang tanpa bukti dong," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Dia pun kembali menegaskan, jika selama ini pihak Hartati lah yang berupaya menyuap Amran sebagai Bupati Buol. "Ini kan aneh. Logikanya, masa yang diperas nyari orang yang mau memeras. Jadi tudingan itu tidak benar. Faktanya, yang kerap kali memaksa untuk mengadakan pertemuan dengan klien kami selama ini adalah Hartati," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan, Yani Anshori yang juga anak buah Hartati pernah meminta untuk bertemu Amran , tapi selalu tidak bertemu karena berbagai alasan yang dibuat Amran.
Diberitakan sebelumnya, usai diperiksa Jumat 27 Juli 2012 lalu Hartati membantah pernah mengucurkan dana Rp3 Miliar kepada Amran. "Saya tidak pernah kasih bantuan. Tapi, yang menjadi tekanan bagi kita itu masalah keamanan. Masalah keamanan itu, soal demo," tukas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
(lil)