Hanoman & Barongsai dukung Hartati Murdaya
Senin, 30 Juli 2012 - 12:11 WIB
Hanoman & Barongsai dukung Hartati Murdaya
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan pendukung anggota Dewan Penasehat Partai Demokrat Hartati Murdaya, menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, Hartati hari ini diperiksa oleh lembaga ad hoc itu.
Massa yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Aliansi Kepedulian Rakyat untuk Bangsa (AKRAB), dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), keduanya saling orasi mendukung Hartati. Mereka meyakini Hartati tidak melakukan suap terhadap Bupati Buol, Amran Batalipu.
Seperti halnya kelompok massa dari AKRAB yang melakukan aksi tarian Hanoman dan 'nyinden' khas Jawa, sebagai bentuk dukungan terhadap pengusaha itu. Mereka menganggap Hartati adalah orang yang bersih dan tidak terlibat kasus penyuapan, justru merupakan korban pemerasan.
“Kami ingin tunjukan bahwa Hartati bukan tukang suap. Tapi, dia adalah korban pemerasan,“ kata koordinator AKRAB, Ruwandi di depan kantor KPK, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Sementara itu, kelompok massa dari Komtak juga tak mau ketinggalan untuk mendukung wanita yang disebut-sebut sering menyumbang untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buol tersebut. Mereka melakukan aksi sembahyang di depan kantor KPK dan juga aksi barongsai khas etnies Tionghoa itu.
“Sembahyang yang kami lakukan ini sebagai cara untuk mengusir arwah jahat dan bentuk dukungan kami kepada Hartati,“ kata koordinator Komtak, lieus Sungkharisma. (mhd)
Massa yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Aliansi Kepedulian Rakyat untuk Bangsa (AKRAB), dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), keduanya saling orasi mendukung Hartati. Mereka meyakini Hartati tidak melakukan suap terhadap Bupati Buol, Amran Batalipu.
Seperti halnya kelompok massa dari AKRAB yang melakukan aksi tarian Hanoman dan 'nyinden' khas Jawa, sebagai bentuk dukungan terhadap pengusaha itu. Mereka menganggap Hartati adalah orang yang bersih dan tidak terlibat kasus penyuapan, justru merupakan korban pemerasan.
“Kami ingin tunjukan bahwa Hartati bukan tukang suap. Tapi, dia adalah korban pemerasan,“ kata koordinator AKRAB, Ruwandi di depan kantor KPK, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Sementara itu, kelompok massa dari Komtak juga tak mau ketinggalan untuk mendukung wanita yang disebut-sebut sering menyumbang untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buol tersebut. Mereka melakukan aksi sembahyang di depan kantor KPK dan juga aksi barongsai khas etnies Tionghoa itu.
“Sembahyang yang kami lakukan ini sebagai cara untuk mengusir arwah jahat dan bentuk dukungan kami kepada Hartati,“ kata koordinator Komtak, lieus Sungkharisma. (mhd)
(hyk)