Mendikbud: Guru tolak UKG itu aneh
Sabtu, 28 Juli 2012 - 19:10 WIB
Mendikbud: Guru tolak UKG itu aneh
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menyebut guru yang menolak ujian kompetensi guru (UKG) sebagai guru yang aneh. Pasalnya, ujian tersebut dilakukan, untuk mengetahui kemampuan dari guru itu sendiri.
"(Menolak UKG) itu aneh. Itu kan untuk mengetahui kualitas dirinya sendiri, dan dipakai untuk pengembangan berikutnya," kata M Nuh usai peresmian penerimaan mahasiswa baru ITB di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/7/2012).
Dia pun menegaskan UKG akan tetap berlangsung sekalipun ada beberapa pihak yang menolak pelaksanaannya. Bahkan Kemendikbud telah menerima laporan jika sudah ada satu juta lebih guru yang siap melaksanakan UKG.
Dia mengungkapkan, hasil dari UKG itu nantinya akan digunakan untuk memetakan kemampuan guru dalam hal mengajar. "Bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi para guru, kalau petanya saja enggak tahu," ujarnya.
Dari pemetaan itu menurutnya, bisa dipakai untuk melakukan perbaikan para guru sendiri, sehingga upaya peningkatan kemampuan guru bisa lebih efektif. "Supaya lebih efektif, dipetakan dulu sehingga pembinaan berikutnya jadi lebih gampang," ungkapnya.
Kemendikbud juga katanya, tidak akan memberikan sanksi kepada guru yang memiliki nilai kurang dalam UKG itu. Kemendikbud hanya meminta yang bersangkutan untuk memperbaiki nilainya yang kurang.
"(Menolak UKG) itu aneh. Itu kan untuk mengetahui kualitas dirinya sendiri, dan dipakai untuk pengembangan berikutnya," kata M Nuh usai peresmian penerimaan mahasiswa baru ITB di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/7/2012).
Dia pun menegaskan UKG akan tetap berlangsung sekalipun ada beberapa pihak yang menolak pelaksanaannya. Bahkan Kemendikbud telah menerima laporan jika sudah ada satu juta lebih guru yang siap melaksanakan UKG.
Dia mengungkapkan, hasil dari UKG itu nantinya akan digunakan untuk memetakan kemampuan guru dalam hal mengajar. "Bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi para guru, kalau petanya saja enggak tahu," ujarnya.
Dari pemetaan itu menurutnya, bisa dipakai untuk melakukan perbaikan para guru sendiri, sehingga upaya peningkatan kemampuan guru bisa lebih efektif. "Supaya lebih efektif, dipetakan dulu sehingga pembinaan berikutnya jadi lebih gampang," ungkapnya.
Kemendikbud juga katanya, tidak akan memberikan sanksi kepada guru yang memiliki nilai kurang dalam UKG itu. Kemendikbud hanya meminta yang bersangkutan untuk memperbaiki nilainya yang kurang.
(lil)