Diperiksa 12 jam, Hartati tampak kelelahan

Sabtu, 28 Juli 2012 - 09:48 WIB
Diperiksa 12 jam, Hartati...
Diperiksa 12 jam, Hartati tampak kelelahan
A A A
Sindonews.com - Pengusaha Hartati Murdaya akhirnya merampungkan pemeriksaan perdananya sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa selama 12 jam oleh penyidik KPK.

Selama pemeriksaan itu, dia mengaku hanya ditanya persoalan pabrik miliknya di Buol Sulawesi Tengah (Sulteng), PT Handaya Inti Plantation.

Anggota dewan pembina Partai Demokrat tersebut tampak kelelahan saat memberikan keterangan mengenai materi pemeriksaan. Namun, dirinya mengaku merasa lega dengan pemeriksaan tersebut.

“Hari ini saya senang sekali karena bisa jelaskan semuanya apa adanya. Saya memang sudah lama ingin menjelaskan apa yang ditanya saya jawab semaksimal mungkin dalam rangka membantu penyidik agar bisa lebih mudah mengetahui situasi dan kondisi sebenarnya seperti apa,“ ujarnya di kantor KPK, Jakarta, Jumat 27 Juli 2012 malam.

Saat keluar dari gedung KPK, pukul 22.00 WIB dia terlihat kebingungan ketika menjawab pertanyaan dari awak media yang sudah menunggunya sejak pagi. Dia pun segera meninggalkan gedung dengan menunggangi mobil Vellfire hitam setelah diperiksa 12 jam oleh penyidik.

Seperti diketahui, kasus yang membelit Hartati terjadi setelah KPK berhasil menangkap tangan Manajer PT Hardaya, Yani Anshori, yang hendak menyuap Bupati Buol Amran Batalipu dengan uang Rp3 miliar, pada 26 Juni 2012.

Namun, pada saat itu, Amran berhasil lolos dari penggerebekan KPK karena dihalang-halangi ratusan pendukungnya.

Amran baru bisa ditangkap KPK, Jumat dini hari, 6 Juli 2012 atau sehari setelah operasi tangkap tangan suap Bupati Buol. Setelah itu, KPK menangkap Gondo Sujono, Sukirno, dan Dedi Kurniawan di di Bandara Soekarno-Hatta. Dua nama terakhir belakangan dilepas, karena dianggap belum ada keterlibatan mereka di suap tersebut.

Hartati sendiri sekarang sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Selain Hartati, anak buahnya yang bekerja di PT Hardaya, Benhard, Seri Sirithord, Arim, Totok Lestiyo, dan Soekrino. Seorang karyawan PT Cipta, Kirana Wijaya, juga mengalami nasib yang sama.
(kur)
Berita Terkait
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, JPU Akan Analisis
Bupati Buol Akui Terima...
Bupati Buol Akui Terima Duit Rp160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK dari Terdakwa RPTKA
Mantan Kepala BPN Riau...
Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Kades Dikeroyok Warga...
Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Mengingkatkan Salat Ied di Rumah
Kasus Korupsi Bupati...
Kasus Korupsi Bupati Kuansing, KPK Periksa Kepala Kanwil BPN Riau
Komitmen Berantas Korupsi,...
Komitmen Berantas Korupsi, PTPN Respons Mantan Pejabat Jadi Tersangka KPK
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved