Datangi KPK, Hartati dikawal ketat
Jum'at, 27 Juli 2012 - 11:48 WIB
Datangi KPK, Hartati dikawal ketat
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hartati Murdaya mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pengawalan ketat. Kedatangannya, untuk memenuhi panggilan penyidik KPK yang ingin memeriksanya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunan sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hartati yang datang dengan pengawalan sekelompok orang berpakaian batik itu langsung masuk ke dalam Gedung KPK sesaat setelah sampai di Gedung lembaga antikorupsi itu.
"Nanti ya, nanti," kata Hartati kepada wartawan saat akan memasuki Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, dirinya akan memberikan keterangan secara lengkap setelah dirinya diperiksa oleh penyidik terkait kasus yang menjerat Bupati Buol Amran Batalipu itu. "Saya pasti akan memberikan penjelasan, tapi sekarang waktunya pemeriksaan," ungkapnya.
Dalam kasus itu, Hartati Murdaya diduga memerintahkan anak buahnya, Yani Anshori untuk memberikan suap kepada Amran Batalipu sebagai Bupati Buol untuk kepentingan penerbitan HGU lahan perkebunan sawit milik perusahaannya. Hartati sendiri mengakui jika dia telah memberi uang untuk Bupati Buol, namun bukan untuk menyuap, tapi sebagai bantuan untuk menyukseskan Pemilukada Buol yang diikuti oleh Amran Batalipu.
Pengacara Amran Batalipu, Amat Entedaim sempat mengakui jika kliennya mendapat bantuan dari Hartati Murdaya untuk mengikuti Pemilukada Buol beberapa waktu lalu. Namun, Amat juga menegaskan jika bukan hanya Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Kabupaten Buol itu yang menerima bantuan.
"Informasi yang saya dapatkan, sudah jadi tradisi jika Ibu Hartati membantu Pemilukada di daerah tempat usahanya berdiri. Tapi, kandidat yang lain juga dapat," tukasnya
Hartati yang datang dengan pengawalan sekelompok orang berpakaian batik itu langsung masuk ke dalam Gedung KPK sesaat setelah sampai di Gedung lembaga antikorupsi itu.
"Nanti ya, nanti," kata Hartati kepada wartawan saat akan memasuki Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Dia mengungkapkan, dirinya akan memberikan keterangan secara lengkap setelah dirinya diperiksa oleh penyidik terkait kasus yang menjerat Bupati Buol Amran Batalipu itu. "Saya pasti akan memberikan penjelasan, tapi sekarang waktunya pemeriksaan," ungkapnya.
Dalam kasus itu, Hartati Murdaya diduga memerintahkan anak buahnya, Yani Anshori untuk memberikan suap kepada Amran Batalipu sebagai Bupati Buol untuk kepentingan penerbitan HGU lahan perkebunan sawit milik perusahaannya. Hartati sendiri mengakui jika dia telah memberi uang untuk Bupati Buol, namun bukan untuk menyuap, tapi sebagai bantuan untuk menyukseskan Pemilukada Buol yang diikuti oleh Amran Batalipu.
Pengacara Amran Batalipu, Amat Entedaim sempat mengakui jika kliennya mendapat bantuan dari Hartati Murdaya untuk mengikuti Pemilukada Buol beberapa waktu lalu. Namun, Amat juga menegaskan jika bukan hanya Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Kabupaten Buol itu yang menerima bantuan.
"Informasi yang saya dapatkan, sudah jadi tradisi jika Ibu Hartati membantu Pemilukada di daerah tempat usahanya berdiri. Tapi, kandidat yang lain juga dapat," tukasnya
(lil)